PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH ALPUKAT SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DENGAN TEKNIK SHIBORI NUI UNTUK PRODUK LENAN RUMAH TANGGA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH ALPUKAT SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI DENGAN TEKNIK SHIBORI NUI UNTUK PRODUK LENAN RUMAH TANGGA


Pengarang

PUTRO ZAZILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Fitriana - 196701101994032003 - Dosen Pembimbing I
Novita - 198011092006042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1806104010033

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (S1) / PDDIKTI : 83206

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP PKK., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pewarna alam adalah zat warna alami atau pigmen yang diperoleh dari ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti akar, kayu, buah, kulit, biji ataupun bunga. Kulit alpukat dapat menjadi salah satu alternatif sebagai bahan pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan limbah kulit buah alpukat sebagai bahan pewarna alami pada tekstil menggunakan teknik shibori nui, yaitu teknik ikat celup yang berasal dari Jepang, dengan cara kain dijahit jelujur dan dililit dengan benang yang kemudian dicelup kedalam pewarna dan dijadikan sebuah produk lenan rumah tangga yaitu sarung bantal sofa. Ekstraksi warna pada kulit alpukat dilakukan dengan cara merebus kulit alpukat yang kemudian didiamkan selama semalam, proses pewarnaan pada tekstil dilakukan dengan metode pencelupan dingin dengan fiksasi akhir kapur sirih dan tunjung. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan dokumentasi, studi kepustakaan, eksperimen terapan dan kuesioner. Data yang diperoleh disusun secara sistematis dan diuraikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Warna yang dihasilkan dari kulit buah alpukat dengan fiksasi kapur sirih menghasilkan warna coklat bata, sedangkan warna yang dihasilkan dengan fiksasi tunjung adalah abu-abu; (2) Produk yang dihasilkan berupa dua model sarung bantal sofa dengan bentuk lingkaran dan persegi empat; (3) Hasil analisis tanggapan responden 87% responden sangat menyukai produk hasil eksperimen teknik shibori nui dengan pewarna alami kulit buah alpukat pada lenan rumah tangga sarung bantal sofa. Poin dalam kuesioner yaitu mengenai hasil pengaplikasian teknik shibori nui dengan pewarna alami kulit alpukat, warna yang dihasilkan dari dua jenis fiksasi yang berbeda, kejelasan/ketajaman motif, penambahan aksen pada sarung bantal, dan hasil akhir yang dinilai dari bentuk, warna, dan motif. Diharapkan kepada mahasiswa dan masyarakat dapat memanfaatkan dan melihat potensi hasil alam dan limbah untuk dapat membuat sesuatu yang lebih kreatif serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknik shibori atau teknik menghias kain lainnya.

Natural dyes is pigments obtained from plant extracts such as roots, wood, fruit, skin, seeds or flowers. Avocado skin can be an alternative as a natural dye. This study aims to make avocado skin waste as a natural dye in textiles using the shibori nui technique, namely a tie-dye technique originating from Japan, by means of which the cloth is sewn straight and wrapped with thread which is then dipped in dye and made into a household linen product, that is sofa cushion covers. Color extraction on avocado skin is done by boiling the avocado skin which is then left overnight, the dyeing process on textiles is carried out by cold dyeing method with final fixation of tawas and tunjung. This study uses an experimental method with a quantitative approach. Data collection techniques are documentation, literature study, applied experiments and questionnaires. The data obtained are arranged systematically and described in a narrative manner. The results showed that (1) The color produced from avocado skin with tawas fixation produced a brown color, while the color produced by fixation of tunjung was gray; (2) The resulting product is two models of sofa cushion covers with circular and rectangular shapes; (3) The results of the analysis of respondents responses, 87% of respondents really liked the product of the shibori nui technique experiment with natural dyes of avocado skin on household linen, sofa cushion covers. The points in the questionnaire are regarding the results of applying the shibori nui technique with natural avocado skin dye, the color produced from two different types of fixation, the clarity of the motif, the addition of accents to the pillowcase, and the final result judged by shape, color, and pattern. It is hoped that students and the public can take advantage of and see the potential of natural products and waste to be able to make something more creative and can increase their knowledge and skills about shibori techniques or other fabric decorating techniques.

Citation



    SERVICES DESK