<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103701">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KLOROFIL-A PADA DAERAH PENANGKAPAN YELLOWFIN TUNA DI PERAIRAN UTARA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Atika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Parameter oseanografi dan sumber daya perikanan sangat berkorelasi dengan lingkungan laut dan akan semakin terancam oleh perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim terhadap konsentrasi klorofil-a dan hasil tangkapan tuna sirip kuning di perairan utara Aceh. Penelitian ini menggunakan data hasil tangkapan tuna sirip kuning dan data track Global Positioning System (GPS), sedangkan data parameter oseanografi dan variabilitas iklim yang digunakan pada penelitian ini yaitu klorofil-a, kecepatan angin, Nino3.4 dan Dipole Mode Index (DMI). Analisis korelasi Pearson digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui korelasi antar variabel, sedangkan regresi linear sederhana dan Generalized Additive Model (GAM) digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh yang diberikan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kecepatan angin dengan klorofil-a menunjukkan korelasi lemah antara keduanya dengan nilai korelasi  0,143 di WPP 571 dan 0,19 di WPP 572. Hal yang sama terlihat pada korelasi El Nino Southern Oscillation (ENSO) dengan klorofil-a tampak berkorelasi lemah dengan nilai 0,12 di WPP 571. Pengaruh peristiwa ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD) terhadap klorofil-a terjadi pada periode tertentu, yaitu ketika peristiwa El Nino dan IOD positif muncul bersamaan, memicu naiknya konsentrasi klorofil-a di daerah penangkapan. Selanjutnya, pada peristiwa La Nina dan IOD positif berlangsung bersamaan memicu terjadi kenaikan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,78 mg/m3. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya kecepatan angin yang bekerja pada peristiwa tersebut. Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dari tuna sirip kuning positif tinggi pada peristiwa El Nino tahun 2015. Peningkatan CPUE yang sangat tinggi saat peristiwa ENSO memiliki hubungan dengan peningkatan klorofil-a dan kecepatan angin pada bulan sebelumnya. Korelasi antara peristiwa ENSO terhadap CPUE menunjukkan korelasi sedang dengan nilai r = 0,31.&#13;
&#13;
Kata kunci : ENSO, IOD, Kecepatan angin, CPUE</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103701</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 09:53:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 09:55:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>