<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103652">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN BAITURRAHMAN)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Trisia Widyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fak. Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi ekonomi, infrastruktur, maupun transportasi sehingga menimbulkan peningkatan mobilitas pada masyarakat. Sebagian besar masyarakat Kota Banda Aceh masih menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angka kepemilikan kendaraan pribadi di Kota Banda Aceh sejak tahun 2020 sehingga menyebabkan tingkat kemacetan yang tinggi di beberapa ruas jalan dan &#13;
menimbulkan masalah transportasi. Maka dari itu direncanakan sebuah konsep yang dapat mengatasi masalah kemacetan tersebut, yaitu konsep Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya bangkitan dan tarikan perjalanan sehingga dapat digunakan untuk merencanakan Transit Oriented Development (TOD) di Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Data primer penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner yang berbentuk revealed preference dengan menanyakan kepada responden mengenai hal-hal &#13;
yang sudah nyata tentang sesuatu. Pada penelitian ini yang menjadi objek adalah masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi penelitian, yaitu Kecamatan Baiturrahman. Pengolahan data dilakukan dengan pemodelan analisis regresi linear berganda sehingga didapatkan model bangkitan perjalanan untuk kondisi eksisting Kecamatan Baiturrahman adalah Oi = -2,030 + 1,036 X4 + 0,492 X6 + 0,938 X7 – 0,501 X8. Model tarikan perjalanan untuk kondisi eksisting Kecamatan Baiturrahman adalah Dd = 2,385 + 0,512 X2 – 0,727 X4 + 0,15 X8 - 0,315 X10. Dengan data penduduk yang telah diproyeksikan, didapatkan pula suatu model bangkitan perjalanan untuk rencana jangka pendek (5 tahun) yaitu Oi = -1,771 + 0,270 X1 + 0,546 X4 – 0,212 X9 dan model tarikan perjalanan untuk rencana jangka pendek (5 tahun) yaitu Dd = 3,348 + 0,416 X2 - 0,766 X9 – 0,206 X10. &#13;
Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan Kecamatan Baiturrahman belum memenuhi standar minimal dari perencanaan konsep TOD. Dari keempat syarat Transit Oriented Development (TOD), hanya indikator jumlah angkatan kerja yang melampaui kriteria minimal yang telah ditentukan. &#13;
&#13;
Kata kunci : transit oriented development, tata guna lahan, bangkitan perjalanan</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103652</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 13:59:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 15:43:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>