<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103594">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI SABUN MANDI CAIR BERBAHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) DAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Melya Syahfitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci : Kopi, Limbah ampas bubuk kopi, Arang Aktif, dan Daun kelor&#13;
&#13;
Penelitian tentang Formulasi Sabun Mandi Cair Berbahan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Arang Aktif dari Limbah ampas bubuk Kopi Arabika (Coffea arabica) telah dilakukan. Banyaknya peminat kopi berdampak, pada peningkatan jumlah limbah ampas bubuk kopi. Salah satu upaya dari pemanfaatan limbah ampas bubuk kopi dapat diolah menjadi arang aktif untuk digunakan sebagai adsorben. Daun kelor memiliki aktivitas antioksidan kuat. Antioksidan yang terkandung dalam daun kelor dapat dimanfaatkan dalam sediaan sabun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memformulasikan dan mengetahui hasil terbaik dari kualitas sediaan sabun mandi cair berbahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dan arang aktif dari limbah ampas bubuk kopi arabika. Formulasi sediaan sabun mandi cair menggunakan kalium hidroksida (KOH), minyak zaitun, karboksil metal selulosa (CMC), gliserin, asam stearat, ekstrak daun kelor, arang aktif, aquadest dan parfume.  Arang aktif dari limbah ampas bubuk kopi dilakukan dengan proses karbonisasi dan aktivasi. Daun kelor diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan sabun cair yang telah dibuat, ditambah dengan 2% arang aktif. Selanjutnya sediaan sabun cair dibuat menjadi tujuh formula yaitu sabun sediaan komersil, tanpa daun kelor, penambahan vitamin C, esktrak daun kelor 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Hasil uji anova one way terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kesukaan panelis terhadap aspek yang dinilai pada ketujuh formula. Rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap uji organoleptik diperoleh pada formula ekstrak daun kelor sebesar 0,5%. Kualitas keseluruhan sediaan sabun mandi cair memenuhi persyaratan sesuai dengan standar yang ditetapkan SNI. Hasil uji antioksidan terhadap vitamin C, ekstrak daun kelor dan sabun pada berbagai sediaan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103594</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 21:54:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 09:09:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>