<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103565">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS DIMENSI PROSES MICRO MILLING PADA PLAT KOMPOSIT SERAT KARBON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIFQAN WILDANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Material Carbon Fibre Composite (CFC) telah muncul sebagai kelas utama dari elemen canggih dan dianggap pengganti logam, karena memiliki kekuatan yang tinggi dan sifat material yang terkontrol. CFC yang telah dicetak tidak luput dari finishing agar didapat hasil akhir yang diinginkan, salah satu metodenya ialah pemesinan. Di era modern ini telah berkembang seiring dengan perkembangan proses pemesinan, salah satunya yaitu Teknologi micro milling, Teknologi pemesinan micro milling menggunakan peran mendasar dalam pembuatan cetakan micro untuk proses komponen kecil. Namun, interaksi pahat/bahan dalam skala micro menghadirkan beberapa masalah. Tujuan dari penelitian ini akan menentukan parameter serta variasi temperatur guna mendapatkan hasil kualitas dimensi permukaan yang optimum dan mengetahui pengaruh kondisi pemotongan pada material CFC dengan ketebalan plat 4 mm dan menggunakan mata pahat jenis end mill JST-CUT berdiameter 0.4 mm dari proses micro milling. Hasil menunjukkan pengerjaan pada penglanga ke-3 dengan kecepatan pemakanan 15 mm/min ditemperatur -3 ⁰C menghasilkan kualitas dimensi paling maksimum 409,36 μm, sedangkan pada pengulangan yang sama dengan kecepatan 20 mm/min ditemperatur ruangan (27⁰C) menghasilkan kualitas dimensi paling maksimal 401,09 μm. Dapat disimpulkan bahwa dari penelitian ini semakin rendah temperatur akan mengakibatkan kerusakan kualitas dimensi 009,36 μm pada kecepatan potong dan kecepatan pemakanan yang sama. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 14:38:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 15:09:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>