<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103561">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GAYA POTONG PADA PROSES GURDI PAPAN MEDIUM DENSITY FIBERBOARD (MDF)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Said M. Rauzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam industri furnitur proses gurdi merupakan salah satu proses yang paling banyak dilakukan. Perkembangan serta kemajuan dibidang teknologi yang ada di industri merujuk dalam bidang rekayasa industri permesinan, Salah satu pekerjaan mekanik yang dilakukan di bengkel biasanya dikerjakan dengan menggunakan beberapa peralatan tangan (hand tools), namun ada juga pekerjaan yang menggunakan alat bantu peralatan mesin dalam proses pengerjaannya. Salah satu jenis pekerjaan yang memerlukan peralatan mesin antara lain proses pembuatan lubang dengan bantuan mesin gurdi, kualitas yang diperoleh dari proses gurdi dipengaruhi oleh gaya potong (cutting force). Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk mendapatkan gaya potong yang minimum. Proses gurdi dilakukan dengan menggunakan mesin CNC drilling VMC – L540 untuk  menggurdi papan Medium Density Fiberboard (MDF), dengan memvariasikan parameter proses permesinan yaitu, kecepatan spindle 1000, 3000, 5000 RPM, pemakanan 75, 150 225 mm/min, dan diameter pahat potong 5 mm. Untuk mengetahui besarnya gaya potong yang terjadi pada setiap proses permesinan tersebut diukur dengan menggunakan dinamometer semikonduktor. Gaya potong tertinggi didapat pada kecepatan spindle 1000 RPM, pemakanan 225 mm/min, yaitu 185,169 N dan Gaya potong terendah didapat pada kecepatan spindle 5000 RPM, pemakanan 75 mm/min, yaitu 107,555 N</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103561</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 13:34:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 11:52:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>