<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103558">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN CANGKANG BIJI BUAH MALAKA   (PHYLLANTHUS EMBLICA) SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA METHYLENE BLUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wulandari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah merupakan masalah utama dalam pengendalian dampak lingkungan. Limbah zat warna yang dihasilkan dari industri umumnya merupakan senyawa organik non-biodegradable yang menyebabkan pencemaran lingkungan terutama lingkungan perairan. Penelitian adsorpsi methylene blue menggunakan cangkang biji buah malaka telah dilakukan. Penelitian ini merupakan studi awal untuk memperoleh informasi tentang penelitian yang akan dilakukan. Adsorpsi methylene blue menggunakan cangkang biji buah malaka bertujuan untuk mengetahui karakteristik adsorben cangkang biji buah malaka, kapasitas adsorpsi optimum serta isoterm adsorpsi yang sesuai untuk menggambarkan proses adsorpsi yang terjadi. Penentuan kondisi optimum adsorpsi methylene blue meliputi variasi ukuran partikel, massa adsorben, waktu kontak, pH larutan dan konsentrasi. Cangkang biji buah malaka dikarakterisasi menggunakan FTIR untuk menentukan gugus fungsi adsorben dan SEM untuk mengetahui morfologi permukaan adsorben. Hasil karakterisasi FTIR pada adsorben cangkang biji buah malaka terdapat gugus –OH, C–H, C=C dan C–O. Hasil karakterisasi SEM cangkang biji buah malaka sebelum adsorpsi memiliki permukaan yang lebih kasar dan berpoiri dibandingkan dengan setelah adsorpsi permukaan memadat, pori-pori menjadi tertutup dan permukaannya lebih rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi adsorpsi optimum methylene blue menggunakan cangkang biji buah malaka terjadi pada ukuran partikel 120 mesh, massa adsorben 0,05 gram, waktu kontak 30 menit, pH 4 dan konsentrasi 5 ppm. Kapasitas adsorpsi methylene blue menggunakan cangkang biji buah malaka maksimum yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 2,2771 mg/g. Persen penyerapan adsorben cangkang biji buah malaka ini diperoleh hingga 96,98%. Persamaan isoterm adsorpsi yang sesuai untuk menggambarkan proses adsorpsi methylene blue mengikuti persamaan isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai R2 sebesar 0,9522.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103558</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 12:52:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 12:15:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>