<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103537">
 <titleInfo>
  <title>STUDI IMUNOHISTOKIMIA DISTRIBUSI DAN EKSPRESI ALPHA SMOOTH MUSCLE ACTIN PADA DUKTUS EPIDIDIMIS SAPI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmi Adinda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alpha smooth muscle actin (α-SMA) merupakan  salah satu protein yang berkontribusi terhadap kontraksi otot polos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi distribusi dan ekspresi α-SMA pada kaput, korpus dan kauda epididimis sapi aceh yang dideteksi dengan teknik imunohistokimia (IHK). Penelitian ini menggunakan empat pasang organ epididimis sapi aceh jantan dewasa berumur 2-3 tahun yang dipisahkan menjadi bagian kaput, korpus, dan kauda  lalu  diproses menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan IHK metode avidin biotin complex peroxidase.  Distribusi α-SMA pada kaput, korpus, dan kauda epididimis dianalisis secara deskriptif sedangkan ekspresi α-SMA dinilai dengan pemberian skor intensitas (intensity score). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal - Wallis dan dilanjutkan dengan uji  Mann Whitney U Test. Ketebalan otot polos pada kaput, korpus, dan kauda epididimis diukur dengan software ToupView, data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan  α-SMA  terdeteksi positif pada kaput, korpus, dan kauda epididimis, yaitu pada membran basal, jaringan ikat, buluh darah, dan sel otot polos, tetapi tidak ditemukan pada lapisan epitel. Uji statistik memperlihatkan tidak terdapat perbedaan ekspresi α-SMA pada membran basal, jaringan ikat, buluh darah, dan sel otot polos diantara bagian kaput, korpus, dan kauda epididimis (P&gt;0,05). Lapisan otot polos yang mengekspresikan α-SMA pada bagian kaput (11,42±1,64 µm), korpus (20,93±6,75 µm), dan kauda (58,82±6,43 µm), secara statistik berbeda nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103537</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 11:51:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 10:55:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>