<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103528">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KECOCOKAN METODE PERHITUNGAN HUJAN RENCANA WILAYAH DAN PERHITUNGAN DEBIT BANJIR PADA DAS GEUNI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safira Atikah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Megister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hampir setiap tahun permukiman warga sepanjang daerah aliran sungai Krueng Baro terendam banjir. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan upaya pengendalian banjir. Perencaan pengendalian banjir membutuhkan data debit banjir rencana yang diperoleh dari analisis hidrolgi dari data hujan maupun data debit. Data hujan diperoleh dari beberapa instansi, sehingga diperlukan perhitungan curah hujan rerata wilayah. Metode dalam perhitungan hujan rerata wilayah yaitu metode Aritmatik, poligon Thiessen dan Isohiet. Penggunaan ketiga metode tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Maka dari itu diperlukan perhitungan curah hujan wilayah dengan pendekatan metode debit banjir rencana, dengan tujuan untuk mendapatkan metode debit banjir rencana dengan pendekatan curah hujan wilayah yang sesuai untuk diterapkan. Sungai Krueng Baro berada pada DAS Baro. Penelitian dilakukan pada DAS Geuni yang merupakan sub DAS Krueng Baro pos AWLR Geuni. DAS Geuni memiliki luas 168,53 km2. DAS berada di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie yang terletak secara geografis pada 5° 11' 28,51&quot; LU dan 95° 51' 15,42&quot; BT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hujan rata-rata wilayah menggunakan metode poligon Thiessen dan Isohiet. Metode Aritmatik tidak diperhitungkan karna stasiun hujan pada penelitian ini tersebar baik di dalam DAS maupun diluar DAS. Perhitungan banjir rancangan data curah hujan menggunakan metode Hasper, Melchior, Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) Snyder, HSS Nakayasu, dan HSS SCS (Soil Conservation Service) terhadap debit banjir rancangan data debit observasi menggunakan metode puncak banjir di atas ambang (Peaks Over a Threshold), dengan debit threshold yaitu 22.74 m3/dtk. Kemudian diperoleh metode debit banjir rencana dengan pendekatan curah hujan wilayah yang sesuai pada DAS Geuni berdasarkan perhitungan Relative Error (RE). Hasil analisis didapatkan nilai debit puncak banjir rencana Melchior Ishohiet menghasilkan nilai RE yang mendekati hasil analisis debit banjir dengan pengamatan AWLR dengan nilai rata-rata RE yaitu 13.07%. Hubungan keduanya diperoleh persamaan regresi: QMAF Estimasi = (0.4409 x QMI) – 70.472.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOOD CONTROL - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>627.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103528</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-05 10:27:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 10:33:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>