<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103501">
 <titleInfo>
  <title>TINDAKAN MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA DALAM MENANGGAPI PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2021 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAPUTRI RAMADANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Meningkatnya angka kekerasan seksual di Perguruan Tinggi menjadi perhatian&#13;
penting dari pemerintah sehingga dikeluarkan aturan Permendikbud No.30 Tahun&#13;
2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk melihat tindakan mahasiswa Universitas Syiah&#13;
Kuala dalam merespons Permendikbud No.30. Penelitian ini menggunakan Teori&#13;
Konstruksi Sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik&#13;
pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan&#13;
dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang ditemukan dalam&#13;
penelitian ini dalam proses eksternalisasi ini merupakan hasil dari pengalaman&#13;
yang kemudian digabungkan dengan apa yang mereka ketahui tentang kekerasan&#13;
seksual secara umum. Kemudian bagi mahasiswa yang pernah mengalami&#13;
kekerasan seksual maka mereka melakukan penyesuaian diri dari apa yang sudah&#13;
mereka alami yaitu berupa kewaspadaan. Dalam proses objektivasi mengenai&#13;
Permendikbud No. 30 tahun 2021 mahasiswa menciptakan signifikansi yaitu&#13;
berupa pemaknaan atau tanda-tanda yang dibentuk oleh manusia itu sendiri&#13;
sehingga disepakati oleh kelompok masyarakat dan dianggap mapan sehingga&#13;
muncul agen-agen pelembagaan seperti Kemendikbud, Satgas, dan Pusat Krisis&#13;
USK. Dalam proses internalisasi mahasiswa USK melakukan sebuah gerakan&#13;
dalam pembentukan satgas kekerasan seksual, membentuk rumah aman atau&#13;
layanan pengaduan kekerasan seksual, lalu melakukan sosialisasi terkait&#13;
kekerasan seksual dan Permendikbud No.30 Tahun 2021.&#13;
Kata Kunci: Tindakan, Permendikbud No.30 Tahun 2021, Konstruksi Sosial&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEX OFFENSES</topic>
 </subject>
 <classification>364.153</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103501</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-02 15:28:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-06 14:57:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>