<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103351">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN MASALAH TRANSPORTASI FUZZY DENGAN PENDEKATAN BIAYA FUZZY (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>CV. RAHMAD BARU ACEH TIMUR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZLI SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>CV. Rahmad Baru merupakan usaha pengilingan padi yang mendistribusikan beras dari empat gudang atau cabang yang berada di Idi, Peudawa, Peunaron, dan Langsa. Beras CV. Rahmad Baru didistribusikan ke empat daerah yaitu Bayeun, Karang Baru, Binjai, dan Lubuk Pakam, dengan permintaan yang berbeda-beda, persediaan beras yang didistribusikan ke empat daerah berdasarkan permintaan dari setiap daerah. Masalah transportasi fuzzy merupakan pengembangan dari masalah transportasi biasa, namun dengan memenuhi ketidakpastian parameter atau nilai permintaan, persediaan, dan biaya berupa bilangan fuzzy. Dalam menyelesaikan masalah transportasi fuzzy dilakukan penambahan metode α-cut dan γ-cut dengan mengubah nilai permintaan dan persediaan ke dalam bentuk α-cut, dan biaya fuzzy ke dalam bentuk γ-cut, kemudian dengan menggunakan metode Least Cost sebagai solusi fisibel awal dan metode Stepping Stone sebagai solusi optimal masalah transportasi fuzzy. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan biaya fuzzy dapat menjadi salah satu alternatif tambahan untuk menyelesaikan masalah transportasi fuzzy. Penyelesaian menggunakan pendekatan biaya fuzzy diperoleh hasil akhir yang lebih optimal dibandingkan tanpa pendekatan biaya fuzzy. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total biaya transportasi paling minimum dengan pendekatan biaya fuzzy adalah sebesar Rp.1.400.000, sedangkan tanpa pendekatan biaya fuzzy diperoleh total biaya yaitu sebesar Rp.1.895.000. &#13;
&#13;
Kata kunci: metode transportasi, transportasi  fuzzy, pendekatan biaya fuzzy, α-cut dan γ-cut.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 15:55:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-02 07:56:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>