<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103342">
 <titleInfo>
  <title>STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN WILAYAH ACEH TENGGARA MENGGUNAKAN METODE SPATIAL AUTOCORRELATION (SPAC)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI ROHAYA SYIFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-Fisika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Aceh merupakan wilayah rawan bencana gempa bumi yang dapat terjadi sepanjang zona subduksi dan patahan aktif. Gempa bumi dengan magnitudo yang besar ditambah kondisi tanah di sekitar lokasi gempa bumi terjadi dapat mengakibatkan kerusakan bangunan dan infrakstruktur serta dapat mengakibatkan korban jiwa. Untuk mencegah/mengurangi tingkat kerusakan akibat gempa bumi, dilakukan kajian struktur bawah permukaan atau sifat tanah. Kecepatan gelombang geser (Vs) merupakan salah satu parameter yang dapat menggambarkan sifat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran nilai rata-rata Vs secara spasial sebagai perbaikan model struktur bawah permukaan. Metode spatial autocorrelation (SPAC) yang didasarkan pada pengukuran mikrotremor array dapat digunakan untuk memperoleh model struktur bawah permukaan dengan parameter kecepatan gelombang geser (Vs). Penelitian ini telah dilakukan dengan melakukan pengukuran mikrotremor pada 52 titik di Aceh Tenggara. Pengukuran mikrotremor dilakukan berdasarkan triangle array. Rekaman mikrotremor yang diperoleh berdurasi 30-40 menit. Hasil analisis mikrotremor menunjukkan nilai rata-rata kecepatan gelombang geser (AVS) diperoleh pada rentang 0,1 km/s hingga 0,8 km/s. Kecepatan gelombang geser (Vs) diperoleh pada rentang 0,1 – 1,5 km/s. Nilai rata-rata kecepatan gelombang geser yang diperoleh diklasifikasikan sesuai Standar Nasional Indonesia 1726:2019. Klasifikasi tanah di area basin Kutacane di Kabupaten Aceh Tenggara adalah tanah lunak (SE), tanah sedang (SD), tanah keras (SC) dan batuan (SB). Area dengan formasi alluvium muda yang mengandung sifat tanah lunak (SE) pada Basin Kutacane beresiko mengalami amplifikasi gelombang gempa bumi sehingga perlu kajian detil sebelum pembangunan untuk menghindari potensi kerusakan akibat gempa bumi.&#13;
&#13;
Kata kunci: mikrotremor, rata-rata kecepatan gelombang geser, model struktur bawah permukaan, klasifikasi tanah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103342</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 15:17:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-01 15:46:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>