<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103312">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI KAMPANYE POLITIK PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) ACEH PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019RN(STUDI KASUS PEROLEHAN 1 KURSI DPRA DAPIL IV)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISKI MUNA AKBAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>politik yang memiliki kekuatan besar di Indonesia. Dua kali pemilu pasca orde baru yang digelar pada tahun 1999 dan 2004 menempatkan PDIP jadi partai politik pemenang. Namun, besarnya kekuatan PDIP tidak terlihat di Provinsi Aceh, PDIP Aceh tidak memiliki basis massa yang besar terbukti dari dua periode pemilu 2019 dan 2014 PDIP Aceh tidak berhasil memperoleh satu kursi pun di tingkat Pileg DPRA. Hal yang menarik bahwa pada Pileg 2019 lalu PDIP Aceh melakukan reorganisasi secara kepartaian hingga akhirnya PDIP Aceh mampu meraih satu kursi DPRA dari Dapil IV. Dapil IV menjadi satu-satunya wilayah yang dapat menghantarkan perwakilan caleg PDIP Aceh ditingkat DPRA. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rekrutmen yang dilakukan PDIP Aceh di Dapil IV dalam menghadapi Pileg 2019 lalu dan untuk mengetahui pembaharuan strategi kampanye yang dilakukan PDIP Aceh di Dapil IV dalam memperoleh 1 kursi DPRA pada Pileg 2019 lalu. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan teori strategi politik yang memiliki dua variabel yakni a) strategi offensif; b) strategi defensive, yang dikombinasikan dengan teori rekrutmen politik yang memiliki dua variabel yakni a) rekrutmen terbuka; dan b) rekrutmen tertutup. Adapun pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi Pileg 2019 lalu PDIP Aceh melakukan pola rekrutmen secara terbuka dengan menjaring caleg-caleg potensial, pertimbangan secara financial dan menerapkan syarat-syarat tertentu. Sedangkan untuk strateginya, yang membuat PDIP Aceh berhasil memperoleh 1 kursi karena lebih menyasar ke komunitas (pesantren), melakukan pencitraan Islami sebagai upaya membentuk opini publik, fokus terhadap wilayah kemenangan, optimalisasi program ‘wong cilik’ dan dapil IV sebagai daerah milisi. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Strategi Kampanye Politik, PDIP, Pemilu 2019, dan DPRA Dapil IV&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103312</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-31 12:04:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-01 08:54:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>