<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103211">
 <titleInfo>
  <title>PROSES EKSTRAKSI MINYAK BIJI AMLA (PHYLLANTHUS EMBLICA) MENGGUNAKAN PELARUT POLAR, SEMI POLAR DAN NON POLAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Putri Mauliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Minyak biji amla mengandung asam lemak, asam askorbat, kalium, kalsium, asam amino dan vitamin C dalam jumlah yang tinggi yang dapat dikonsumsi sebagai bahan makanan,kosmetik dan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu ekstraksi, rasio bahan baku dengan pelarut dan jenis pelarut pada proses ekstraki minyak biji amla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen yang tertinggi diperoleh yaitu 10,97 % pada perlakuan rasio bahan baku dengan pelarut 1:30 dan waktu ekstraksi 120 menit menggunakan pelarut heksana sedangkan rendemen terendah yaitu 1,42% pada perlakuan rasio bahan baku dengan pelarut 1:20 dan waktu ekstraksi 30 menit dengan pelarut etanol. Jenis pelarut dan waktu ekstraksi mempengaruhi struktur morfologi serbuk biji amla berdasarkan hasil analisa menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Berdasarkan analisis fitokimia, konsentrasi senyawa fenol dan flavonoid tertinggi yaitu 90,05 mg GAE/g dan 125,44 mg QE/g diperoleh pada perlakuan rasio bahan baku dengan pelarut 1:25 dan waktu ekstraksi 120 menit menggunakan pelarut etanol. Sedangkan konsentrasi fenol dan flavonoid terendah yaitu 24,87 mg GAE/g dan 39 mg QE/g diperoleh pada perlakuan rasio bahan baku dengan pelarut 1:20 dan waktu ekstraksi 30 menit menggunakan pelarut heksana. Hasil FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, C=O dan C-O yang mengindikasikan adanya senyawa polifenol, asam askorbat dan flavonoid yang terdapat dalam minyak biji amla. Hasil GCMS menunjukkan pelarut heksana memperoleh komponen asam lemak yang lebih banyak dibandingkan dengan pelarut etanol. Analisa fisik-kimia berupa pH, densitas, bilangan asam, FFA, dan bilangan peroksida menunjukkan kualitas minyak hasil ekstraksi yang didapatkan lebih baik dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.&#13;
Kata Kunci: Minyak biji amla, ekstraksi pelarut, analisa fitokimia, analisa fisik-kimia&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103211</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-30 11:56:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-30 12:26:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>