<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103151">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PENYEBAB GAGAL STRUKTUR BANGUNAN PELIMPAH  (SPILLWAY) MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>BENDUNGAN TUGU, TRENGGALEK, JAWA TIMUR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FATHIA MATONDANG</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam mengatasi permasalahan kekeringan dan kebanjiran di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dilakukan pembangunan Bendungan Tugu. Pembangunan bangunan pelimpah (spillway) Bendungan Tugu tidak luput dari masalah gagal struktur mengingat posisi spillway berada pada kaki Gunung Temon yang materialnya tidak stabil. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi litologi bawah permukaan dan penyebab gagal struktur spillway Bendungan Tugu menggunakan metode seismik refraksi dan diolah menggunakan metode hagiwara. Penelitian ini menghasilkan penampang yang menunjukkan sebaran nilai kecepatan terhadap kedalaman. Lapisan pertama diinterpretasikan sebagai top soil dengan rentang nilai Vp= 300–500 m/s dengan ketebalan sekitar 5 meter. Lapisan kedua memiliki nilai Vp=500–700 m/s diinterpretasikan sebagai lapisan tanah alluvial berukuran lanau pasiran dengan ketebalan bervariasi 5–10 meter. Lapisan ketiga memiliki nilai Vp=800–1800 m/s diidentifikasikan sebagai lapisan tufa-pasiran dengan ketebalan sekitar 10 meter. Lapisan keempat dengan nilai Vp ≥1800 m/s diidentifikasikan sebagai lapisan breksi vulkanik dengan pelapukan sedang dan memiliki ketebalan 20–25 meter. Penyebab gagal struktur spillway Bendungan Tugu adalah tanah atau batuan yang memiliki rentang nilai Vp=300–1800 m/s, bersifat tidak kompak (mudah terlepas) bergerak dan menunjam spillway Bendungan Tugu sehingga menyebabkan spillway terangkat dan patah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEISMIC WAVES</topic>
 </subject>
 <classification>551.22</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103151</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 15:41:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-30 11:15:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>