<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103125">
 <titleInfo>
  <title>KAJI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL PADUAN CU-ZN UNTUK PRODUKSI PROPELLER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan industri peleburan dan pengecoran logam di Indonesia saat ini masih rendah. Padahal Indonesia diprediksi bisa menjadi negara dengan industri terbesar di Asia Tenggara tahun 2025. Industri pengecoran logam berskala kecil banyak yang terkendala perkembangannya terutama di bidang teknologi pengecoran. Hal ini disebabkan oleh dapur peleburan logam yang tersedia di pasaran sementara ini dapur induksi (Electric Furnace) sangat mahal harganya dan susah untuk didapatkan karena harus diimpor dari luar negeri. Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, maka dikaji kembali proses pembakaran pada peleburan logam kuningan. Peleburan kuningan bermaksud untuk mengetahui kekuatan dan ketangguhan impack sebagai propeller pada boat. Pada kajian ini, analisis secara numerik menggunakan metode elemen hingga terhadap baling baling dengan pembebanan 150N, 300N, 450N, 600N dan 700N. Sifat mekanik material diuji setelah dilakukan pengecoran pada temperatur 1060ºC, 1110ºC, 1160ºC, 1210ºC, dan 1260ºC. Nilai tegangan, regangan, dan perpindahan pada simulasi elemen hingga meningkat dengan meningkatnya skenario beban. Nilai impact Charphy tertinggi adalah 20,7 Joule diperoleh pada cast-sample dengan temperatur tuang 1.110 oC, sedangkan nilai terendah adalah 17,7 Joule pada temperatur tuang 1.260 oC. Nilai kekerasan Vickers terlihat menurun seiring dengan ditingkatkan temperatur tuang. Nilai kekerasan Vickers maksimum adalah 616 HV diperoleh pada cast-sample dengan temperatur tuang 1.210 oC, sedangkan nilai minimum adalah 574 HV pada temperatur tuang 1.260 oC. Sementara itu kekuatan tarik tertinggi terjadi pada temperatur 1160°C sebesar 492,152 MPa dan terendah terjadi pada temperatur 1110°C sebesar 337,038 MPa.&#13;
&#13;
Kata kunci: kuningan; temperatur pengecoran; beban; peleburan; baling-baling</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>METALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>METALURGICAL FURNACES</topic>
 </subject>
 <classification>669.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103125</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 13:55:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 09:55:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>