<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103063">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fanny Ulfiya zari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak – Penelitian bertujuan untuk menganalisis mengenai putusan pemidanaan yang tidak sesuai dengan Pasal 197 KUHAP dan pertanggungjawaban yang terdapat dalam putusan ini bertentangan dengan filosofi atau teori pertanggungjawaban pidana yang ada di Indonesia. Hasil analisis Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh Nomor 282/Pid.Sus/2021/PN Bna tidak memenuhi unsur Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu hakim tidak menguraikan pertimbangan secara lengkap terhadap unsur pasal yang didakwakan kepada terdakwa. Berdasarkan Pasal 197 ayat (2) KUHAP, apabila tidak terpenuhi ketentuan yang terdapat dalam ayat (1), maka putusan tersebut batal demi hukum. Pertanggungjawaban pidana yang terdapat dalam putusan tersebut di atas juga bertentangan dengan filosofi atau teori pertanggungjawaban pidana, semua pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh para pengunjung konser amal dan juga panitia hanya dibebankan kepada terdakwa. Hal ini bertentangan dengan teori pertanggungjawaban pidana yang mana apabila seorang pelaku tindak pidana telah memenuhi syarat untuk bisa dimintai pertanggungjawaban pidana, maka ia dapat bertanggungjawab atas perbuatan yang ia lakukan dan dapat juga dijatuhi sanksi pidana. Disarankan kepada hakim agar dalam proses persidangan harus mempertimbangkan segala unsur pasal yang didakwakan agar putusan yang dijatuhkan tidak merugikan terdakwa.&#13;
Kata Kunci: Studi Kasus, Tindak Pidana, Karantina Kesehatan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103063</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 19:12:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 09:29:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>