<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103061">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI CAMPURAN BATUBARA TERHADAP PERILAKU REDUKSI BRIKET BIJIH BESI PEREKAT ACI PADA TEMPERATUR RENDAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SABUKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meningkatnya pertumbuhan konstruksi mendorong kebutuhan baja di Indonesia. Pada tahun 2022 kebutuhan baja di Indonesia diperkirakan mencapai 16,3 juta ton. Pembuatan baja dilakukan dengan cara meleburkan bijih besi. Salah satu metode yang dikenal dalam mengolah bijih besi adalah direct reduction. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran batubara serta variasi temperatur terhadap penurunan massa dan konstanta laju reduksi briket. Briket terbuat dari campuran bijih besi, batubara dan perekat aci dengan persentase campuran 90:00:10, 80:10:10 dan 70:20:10. Briket tersebut berdiameter 40 mm yang dipadatkan pada tekanan 15 ton. Reduksi dimulai dengan memanaskan tungku reduksi sesuai temperatur reduksi (450 °C, 600 °C, 750 °C), kemudian briket ditempatkan pada wadah briket yang telah terhubung ke timbangan digital dan wadah briket dimasukkan ke dalam tungku reduksi. Pengukuran penurunan massa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan komputer yang telah terhubung langsung ke timbangan. Persentase batubara pada briket mempengaruhi penurunan massa briket saat direduksi. Campuran batubara dengan variasi temperatur mempengaruhi penurunan massa dan konstanta laju reduksi dimana briket dengan komposisi 70:20:10 yang direduksi pada temperatur 750 °C mengalami penurunan massa sebesar 16,75 % dan konstanta laju reduksi tertinggi adalah 0,924/detik.&#13;
Kata kunci: batubara, bijih besi, reduksi, perekat aci, temperatur rendah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BRIQUETTES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>IRON - STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>662.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103061</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 17:59:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-29 10:13:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>