<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103053">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFEK TERAPI HIDROKSIKLOROKUIN TERHADAP PARAMETER HEMATOLOGI DAN GANGGUAN OKULER PADA PENDERITA SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. dr. Muhsin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang&#13;
Lupus Eritematosus Sistemik (systemic lupus erythematosus, SLE) adalah penyakit autoimun kronis terutama menyerang wanita usia subur dan memiliki berbagai manifestasi klinis yang melibatkan banyak organ. Penggunaan hidroksiklorokuin (hydroxychloroquine, HCQ) memberikan keuntungan karena obat ini dapat mengontrol gejala konstitusional, menurunkan risiko kambuh dan kerusakan organ, serta meningkatkan harapan hidup pasien SLE. Namun HCQ dikaitkan dengan kehilangan penglihatan yang ireversibel pada sebagian kecil pasien karena toksisitas retinal pada penggunaan lebih dari 5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek okular dan hematologi setelah pemberian HCQ kurang dari 5 tahun pada pasien SLE yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.&#13;
&#13;
Metode&#13;
Penelitian ini berupa penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah penderita SLE dewasa di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode April – Juli 2022. Data demografi, derajat keparahan, penyakit komorbid dan laboratorium darah didapat langsung dari pasien, sedangkan pemeriksaan mata berupa tajam penglihatan, kekeruhan korena dan gangguan retina dilakukan oleh dokter ahli mata. Uji statistik deskriptif dilakukan untuk data univariat dan Uji korelasi Pearson dilakukan untuk mencari hubungan antar variabel.&#13;
&#13;
Hasil&#13;
Sampel penelitian ini berjumlah 23 pasien yang semuanya adalah wanita. Rata-rata pasien mengalami anemia ringan dengan Hemoglobin rata-rata 11,6 g/dL. Hasil laboratorium darah lainnya dalam batas normal. Rata-rata durasi diagnosis SLE dan penggunaan HCQ adalah masing-masing 21,0 bulan dan 9,7 bulan. Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan HCQ dengan parameter hematologi. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat kekeruhan korena dan gangguan retina pada pasien SLE yang menggunakan HCQ selama kurang dari 5 tahun.&#13;
&#13;
Kesimpulan&#13;
Prevalensi efek hematologi pasien SLE yang diterapi HCQ dibawah 5 tahun sangat minimal dan tidak ditemukan hubungan parameter hematologi dengan lamanya penggunaan terapi HCQ tersebut. Selain itu, tidak ditemukan efek okuler pada  pasien SLE yang diterapi HCQ dibawah 5 tahun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103053</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 16:52:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 16:55:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>