<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102996">
 <titleInfo>
  <title>IMUNOLOKALISASI DISTRIBUSI α-SMOOTH MUSCLE ACTIN PADA TESTIS KELINCI LOKAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. FAREL AZHAR RAHMANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alpha smooth muscle actin (αSMA) merupakan protein yang berperan dalam proses kontraktilitas sel-sel otot polos pada jaringan seperti testis. Sebaran dan ekspresi αSMA pada testis menjadi penanda perkembangan testis berdasarkan umur. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran dan ekspresi αSMA pada jaringan testis kelinci lokal dengan tingkatan umur berbeda menggunakan teknik imunohistokimia (IHK). Sampel yang digunakan adalah 12 testis kelinci lokal yang dikoleksi dari 12 ekor kelinci lokal jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelinci umur 2 bulan (K-I), 6 bulan (K-II), 1 tahun (K-III), dan 2 tahun (K-IV), setiap kelompok terdiri atas tiga ekor kelinci (n=3). Sampel diproses menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan IHK metode avidin biotin complex peroxidase (ABC method). Sebaran αSMA dianalisis secara deskriptif, sedangkan perbedaan ekspresi αSMA dinilai dengan pemberian skor intensitas (intensity score) lalu hasilnya dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa αSMA terdeteksi positif pada buluh darah, jaringan ikat, dan sel myoid peritubular. Berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan nyata ekspresi αSMA pada sel myoid peritubular (P0,05) antara kelompok umur K-I dengan K-IV, K-II dengan K-III dan K-IV.  Kesimpulan penelitian ini adalah sebaran αSMA pada jaringan testis ditemukan pada buluh darah, sel myoid peritubular, dan jaringan ikat dengan ekspresi paling kuat pada sel myoid peritubular testis kelinci produktif (umur 1 tahun).&#13;
&#13;
Kata kunci: Buluh darah, sel myoid peritubular, jaringan ikat, imunoreaktivitas&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TESTES</topic>
 </subject>
 <classification>573.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102996</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 10:13:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-26 15:18:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>