<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102943">
 <titleInfo>
  <title>STUDI ETNOKIMIA PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL PADA MASYARAKAT KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurmalasari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang studi etnokimia pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional pada masyarakat Kecamatan Samadua telah dilakukan. Secara umum, penggunaan tumbuhan sebagai obat ada dua cara, yaitu sebagai obat dalam (oral) dan sebagai obat luar (topical). Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis yang bertujuan untuk mengetahui jenis, manfaat, cara pengolahan dan kandungan kimia tumbuhan yang digunakan sebagai obat dalam oleh masyarakat Kecamatan Samadua. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sample, yaitu dengan melakukan wawancara terhadap praktisi herbal, tokoh masyarakat dan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kecamatan Samadua terdapat 54 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati diabetes, darah tinggi, batuk, asam urat, kolesterol, diare, dan keluhan lainnya. Pengolahan tumbuhan obat dilakukan dengan cara direbus, digiling, diremas, dimakan, dibuat jus, maupun diseduh. Cara pengolahan yang paling banyak adalah dengan cara direbus yaitu sebesar  46,34% sedangkan yang paling sedikit adalah dengan cara diseduh sebesar 1,21%. Tumbuhan bisa digunakan sebagai obat karena memiliki kandungan kimia tertentu yang dihasilkan dari metabolit sekunder. Kandungan kimia tanaman obat tersebut meliputi golongan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, terpenoid, senyawa fenolik, glikosida, vitamin, steroid, dan minyak atsiri. Kajian etnokimia memadukan opini di masyarakat dengan ilmu sains mengenai keefektifan tumbuhan yang dianggap berguna sebagai obat, berdasarkan kandungan senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan tersebut.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 12:25:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 15:54:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>