<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102935">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN HISTOLOGIS  PARU-PARU  DAN JANTUNG TIKUS (RATTUS WISTAR)  PADA BERBAGAI TINGKATAN UMUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nelva Yunita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  gambaran histologis paru-paru  dan jantung tikus (Rattus  wistart  pada berbagai tingkatan umur, dengan mengamati  jumlah sel yang mengalami  degenerasi  dan nekrosa serta kandungan  butir glikogen  pada sel otot jantung.  Penelitian menggunakan rancangan acak  lengkap yang  terdiri  dari  9 perlakuan,  yaitu umur 0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14 dan 16 bulan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga  kali.  Pembuatan sediaan histologis menggunakan metode parafin. Sediaan diwarnai dengan hematoksilin dan eosin (HE) untuk mengamati degenerasi  dan nekrosa, dan Best's Carmine untuk mengamati  butir glikogen pada sel otot jantung. Parameter yang diamati adalah degenerasi  dan nekrosa serta kandungan butir glikogen pada sel otot jantung. Data yang diperoleh dianalisis dengan &#13;
analisis varians  dan  dilanjutkan  dengan  Uji  Jarak   Berganda Duncan.  Hasil  penelitian menunjukkan  pengaruh umur yang sangat nyata terhadap degenerasi dan nekrosa sel sel paru-paru dan sel otot jantung serta kandungan butir glikogen pada sel otot jantung. Terjadi peningkatan  jumlah  sel yang mengalami degenerasi dan nekrosa pada paru-paru dan jantung sejalan dengan bertambahnya umur tikus, sedangkan kandungan butir glikogen mengalami peningkatan jumlah pada saat  tikus berumur 4 bulan, selanjutnya butir glikogen sel otot jantung berkurang sejalan dengan bertambahnya  umur tikus sampai 16 bulan.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HISTOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RATS (RATTUS)-ZOOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>571.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102935</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 11:40:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 12:23:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>