<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102919">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN STRUKTUR DANGKAL SEULAWAH AGAM BERDASARKAN ANALISIS DATA TRANSIENT ELECTROMAGNETIC</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD AL FARABI NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode Transient Electromagnetic (TEM) atau Time Domain Electromagnetic (TDEM) merupakan metode elektromagnetik aktif yang mentransmisikan gelombang elektromagnetik ke dalam permukaan lalu merekam respons elektromagnetik yang terbentuk secara sementara. TEM memiliki kemampuan penetrasi hingga 1 kilometer, sehingga banyak digunakan dalam eksplorasi panas bumi karena mampu mengidentifikasi struktur dangkal sistem panas bumi seperti caprock, reservoir, manifestasi, dan patahan. Penelitian ini menerapkan metode TEM pada area Seulawah Agam yang diperkirakan memiliki prospek manifestasi pembangkit listrik tenaga panas bumi hingga 230 MW. Data TEM diolah dengan inversi 1D berdasarkan inversi Occam lalu ditampilkan dengan cross-section 2D dan 3D depth slice untuk mengidentifikasi struktur anomali dangkal sistem panas bumi Seulawah Agam. Berdasarkan hasil cross-section 2D dijumpai anomali dangkal dari sistem panas bumi yaitu lapisan clay cap yang terdapat di sepanjang lintasan dengan resistivitas rendah (0,4 – 16,36 Ωm) didukung dengan kehadiran zona reservoir yang berada di bawah lapisan clay cap yang memiliki nilai resistivitas sedang (17,24 – 165,04 Ωm). Keberadaan Sesar Seulimum, sesar lokal, dan manifestasi berupa mata air panas dengan nilai resistivitas sedang (15,55 – 161,26 Ωm) dapat diidentifikasi. Lapisan dengan nilai resistivitas tinggi (185 – 9054 Ωm) diperkirakan sebagai batuan Basaltik dari Formasi Gunung Api Lamteuba yang terdapat pada lapisan paling atas dan menyebar di daerah puncak gunung dan di sekitarnya. Hasil 3D depth slice Seulawah Agam dijumpai persebaran lapisan Basaltik pada daerah tinggi dan diikuti oleh lapisan clay cap yang selaras dengan hasil cross-section 2D. Kesimpulan penelitian menggunakan metode TEM di Seulawah Agam yaitu identifikasi struktur dangkal sistem panas bumi Seulawah Agam yang didominasi 3 lapisan berurut yaitu Formasi Gunung Api Lamteuba, clay cap dan reservoir.&#13;
&#13;
Kata kunci : TEM, TDEM, struktur dangkal, sistem panas bumi, Seulawah  Agam</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102919</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 09:23:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-25 15:25:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>