PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG HAMBATAN DALAM MENGEMBANGKAN TEKNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN PASIEN DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT DAN INTENSIVE CARE UNIT BPK RSURN DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2007 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG HAMBATAN DALAM MENGEMBANGKAN TEKNIK KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN PASIEN DI INTENSIVE CORONARY CARE UNIT DAN INTENSIVE CARE UNIT BPK RSURN DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2007


Pengarang

Fatimah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0471160008

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Komunikasi merupakan faktor yang paling penting, yang digunakan untuk menetapkan hubungan terapeutik antara perawat dengan pasien. Potter dan Perry (2005) mengidentifikasi tujuh hambatan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif pada pasien, yaitu pemberian pendapat, memberikan penentraman semu, sikap defensif, persetujuan atau ketidaksetujuan, stereotip, bertanya mengapa dan mengubah subjek pembicaraan secara tidak. tepat. Penelitian ini bertujuan untuk. mendapatkan gambaran persepsi perawat pelaksana tentang hambatan dalam mengembangkan kornunikasi yang efektif dengan pasien tersebut di atas. Lokasi penelitian clilakukan di Instalasi Perawatan Intensif (ICU dan ICCU) BPK RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan jumlah sampel 35 orang dan menggunak.an kuesioner yang berisi 21 pemyataan dalam bentuk skala Likert sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan statistik distribusi frekwensi. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 5 sampai 10
Maret 2007 dan diperoleh hasil mengenai persepsi perawat pelaksana tentang
hambatan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif dengan pasien, yaitu teknik pemberian pendapat, 26 orang (74,29 %) katagori positif; teknik memberikan penentraman semu, 19 orang (54,29 %) katagori positif; sikap defensif, 20 orang (57,14 %) katagori positif; menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan, 24 orang (68,57 %) katagori positif; stereotip, 22 orang (62,86
%) katagori positif; bertanya mengapa, 21 orang (60 %) katagori positif dan mengubah subjek pembicaraan, 23 orang (65,71 %) katagori positif. Secara umum hasil penelitian ini adalah 23 orang (65,71 %) perawat pelaksana memilik:i persepsi yang positif tentang hambatan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif dengan pasien.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK