<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102861">
 <titleInfo>
  <title>EFEK PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MIMBA (AZADIRACHTA INDICA) TERHADAP PERILAKU KAWIN PADA KELINCI LOKAL JANTAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARHAN SYAHBANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mimba dilaporkan dapat digunakan sebagai antifertilitas pada jantan, namun dikhawatirkan dapat memengaruhi libido. Oleh karena itu penelitian mengenai perilaku kawin penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba terhadap perilaku kawin kelinci lokal jantan. Penelitian ini menggunakan 9 ekor kelinci dewasa dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu P1 Kontrol, P2 mimba 200 mg/kg BB dan P3 mimba 300 mg/kg BB diberikan selama 52 hari. Metode pengamatan yang digunakan adalah focal animal sampling dan pencatatan  perilaku kawin menggunakan continous sampling menggunakan alat tulis, camera video recorder dan dihitung frekuensi dan durasi perilaku kawin. Data dianalisis dengan uji ragam (One Way ANOVA) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perilaku kawin yaitu perilaku pra kopulasi meliputi perilaku searching, perilaku sniffing, perilaku grooming dan perilaku menjilat vulva. Perilaku kopulasi meliputi perilaku mounting dan perilaku post kopulasi meliputi autogrooming. Frekuensi dan durasi perilaku searching, perilaku grooming, perilaku menjilat vulva, perilaku mounting dan perilaku autogrooming P1, P2, P3 tidak memiliki perbedaan yang nyata (P&gt;0,05). Frekuensi perilaku sniffing P2, P3 tidak memiliki perbedaan yang nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102861</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-24 11:42:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-24 11:45:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>