<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102758">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TINGKAT KEKERASAN BUAH TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sri Wahyuni. Y</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alpukat (Persea americana Mill.) adalah salah satu komoditi hortikultura yang sangat dikenal masyarakat. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia dan merupakan salah satu jenis buah yang sangat digemari masyarakat karena selain rasanya yang enak  juga mengandung antioksidan yang tinggi. Buah alpukat mempunyai kandungan gizi tinggi dan komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, baik daging buah, biji maupun kulitnya. Tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk pengobatan seperti sariawan, kencing batu, darah tinggi, kulit muka kering, sakit gigi, bengkak karena peradangan dan kencing manis. Produksi buah alpukat di Indonesia tahun 2020 sebesar 609,05 ribu ton dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 669,26 ribu ton. Tingginya permintaan buah alpukat harus diimbangi dengan peningkatan produksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yaitu dengan memperbaiki kualitas benih alpukat, yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan pembibitannya menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kekerasan buah terhadap viabilitas dan vigor benih alpukat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat kekerasan buah pada alpukat yang terdiri dari 4 taraf yaitu ˃ 3.5 (kg detik-1), 3.0 ˂ K ≤ 3.5 (kg detik-1), 2.5 ˂ K ≤  3.0 (kg detik-1) dan 2.0 ˂ K ≤ 2.5 (kg detik-1). Setiap taraf percobaan diulang sebanyak 3 kali, yang diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Parameter yang diamati terdiri dari Berat Kering Benih, Potensi Tumbuh Maksimum, Daya Berkecambah, Indeks Vigor , Kecepatan Tumbuh, Keserempakan Tumbuh, Waktu yang Dibutuhkan Untuk Mencapai 50% Perkecambahan dan Berat Kering Kecambah Normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tingkat kekerasan buah berpengaruh sangat nyata terhadap viabilitas dan vigor benih alpukat yang diamati berdasarkan tolak ukur Daya Berkecambah , berpengaruh nyata terhadap Berat Kering Benih, Potensi Tumbuh Maksimum dan Kecepatan Tumbuh. Nilai tolak ukur berat kering benih lebih tinggi  diperoleh pada benih yang berasal dari buah lunak dengan nilai 10,1%, tolak ukur potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah lebih tinggi  diperoleh pada benih yang berasal dari buah agak lunak dan buah lunak dengan nilai masing-masing potensi tumbuh maksimum 56,67% dan 60%, daya berkecambah 53,33 % dan 60% serta tolak ukur kecepatan tumbuh lebih tinggi  diperoleh pada benih yang berasal dari buah lunak dengan nilai 8,6 %.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Tingkat Kekerasan Buah, Alpukat, Viabilitas dan Vigor.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102758</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-22 16:39:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-23 09:06:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>