<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102754">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA MINDFULNESS DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulya Layyina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
Anak Cerebral Palsy memerlukan pengasuhan serta bimbingan secara khusus agar mampu beraktivitas seperti anak normal pada umumnya. Kondisi tersebut membuat ibu mengalami kelelahan secara fisik maupun emosional, sehingga tidak mindfulness, the lower their self-acceptence.&#13;
&#13;
Keywords: Mindfulness, Self Acceptance, Mother, Cerebral Palsy&#13;
mudah bagi ibu untuk dapat menerima kenyataan bahwa anaknya mengalami Cerebral Palsy. Oleh karena itu, untuk dapat memiliki penerimaan diri terhadap anak Cerebral Palsy, maka ibu perlu berada pada kondisi mindfulness, karena mindfulness dapat membantu ibu untuk menyadari dan menerima secara utuh terhadap kondisi diri dan anaknya yang mengalami Cerebral Palsy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara mindfulness dengan penerimaan diri pada ibu yang memiliki anak Cerebral Palsy menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Adapun jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 60 ibu-ibu yang memiliki anak Cerebral Palsy di Yayasan Sahabat Difabel Aceh yang dipilih dengan teknik non-probability sampling jenis incidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini ialah Berger’s Self-Acceptance Scale dan Mindfulness Attention and Awareness Scale (MAAS). Hasil analisis data menunjukkan distribusi data normal dan linier, sehingga hasil analisis uji hipotesis pearson correlation menunjukkan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SELF - ACCEPTANCE - APPLIED PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>158.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102754</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-22 15:34:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-23 10:28:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>