PENGGUNAAN MOLUSISIDA NABATI SERBUK DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA DRYAND) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS (POMACEA CANALICULATA LAMARCK) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN MOLUSISIDA NABATI SERBUK DAUN BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA DRYAND) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS (POMACEA CANALICULATA LAMARCK)


Pengarang

Nasriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951311679

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nasriani, 9951311679, Penggunaan Molusisida Nabati Serbuk Daun Biduri (Calotropis gigantea Dryand) untuk Mengendalikan Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Dibawah bimbingan Husni sebagai ketua dan Alfian Rusdy sebagai anggota.
Kajian tentang efektifitas serbuk daun biduri untuk mengendalikan hama keong mas, P. canaliculata, telah dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Peranian Unsyiah Banda Aceh. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai sejak. Juni hingga September 2005. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektif serbuk daun biduri untuk mengendalikan keong mas.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial

yang terdiri dari enam perlakuan dosis serbuk daun biduri yaitu 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 g/pot. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Seluruh data hasil pengamatan pada setiap peubah dihitung dengan analisis ragam. Jika perlakuan berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05. Peubah yang diamati adalah laju konsurnsi, mortalitas keong mas, dan waktu kematian keong mas.
Hasil penelitian menunjuk:kan babwa aplikasi serbuk daun biduri memberikan pengaruh terhadap laju konsumsi, mortalitas keong mas, dan waktu kematian keong mas. Laju konsumsi keong mas terendah (0,25 g/jam) terjadi pada dosis 100 g/pot, mortalitas keong mas tertinggi (98.75 persen) dan waktu kematian
keong mas paling cepat (2,82 jam) ditunjukan pada aplikasi serbuk daun biduri dengan dosis 80 g/pot yang tidak berbeda dengan dosis 100 g/pot. Pada dosis serbuk daun biduri 40 dan 60 g/pot, terlihat bahwa serbuk daun biduri masih memberikan pengaruh laju konsumsi, mortalitas keong mas, dan waktu kematian keong mas yang tidak jauh bervariasi.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK