<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102688">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT  KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) STRAIN BATBC</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Visa Yunanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penyembuhan  luka merupakan  respon  fisiologis  tubuh untuk mengembalikan kontinuitas, struktur  dan  fungsi jaringan yang  mengalami cedera.  Bawang  merah adalah salah  satu  tanaman  yang  secara  empiris  digunakan   oleh  masyarakat   untuk menyembuhkan     luka.   Tujuan    penelitian    ini  adalah   untuk   melihat   pengaruh pemberian  sediaan topikal ekstrak  bawang  merah (Allium  cepa)  terhadap penyembuhan   luka sayat  kulit mencit (Mus  musculus)  strain  Balbfl.  Penelitian  ini menggunakan   The post est-only   Control  Group  Design  dengan  Rancangan   Acak Lengkap   (RAL).  Sampel  yang  digunakan   adalah   12 ekor  meneit  jantan   dengan kisaran berat  badan  22-32   g  yang  dibagi   ke  dalam  4  perlakuan   yaitu  vaselin, sediaan  topikal  ekstrak  bawang  merah  5%, sediaan  topikal  ekstrak  bawang  merah&#13;
30%   dan   sediaan    topikal    ekstrak    bawang    merah   55%   dengan    3   ulangan. Penyembuhan     luka   diamati    secara    makroskopis     dengan    melihat    gambaran hiperemis,    kontraksi    luka,  granulasi,    krusta    dan   produksi    pus   dan   secara mikroskopis     dengan    menghitung    jumlah     fibroblas    pada    bari   ke-l0.    Data hiperemis,   granulasi,   krusta  dan  produksi   pus  dianalisa   secara  deskriptif.   Data kontraksi   luka  dan jumlah   fibroblas   diuji  menggunakan   ANAVA   (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOUNDS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>617.1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102688</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-19 15:36:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-19 16:24:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>