<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102654">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN STIMULASIRNPERKEMBANGAN PADA ANAK  USIA 12-24 BULAN DI DESA TIBANG   KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA  ACEH  TAHUN  2012</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Awaluddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengetahuan atau  kognitif merupakan  suatu  dasar  yang  sangat  penting  untuk terbentuknya  tindakan seseorang  sedangkan stimulasi adalah rangsangan  yang dilakukan sejak  bayi  baru lahir (bahkan sebaiknya sejak  di  dalam kandungan) dilakukan  setiap hari. Dengan adanya pengetahuan maka kesadaran keluarga  untuk menberikan stimulasi terhadap anak akan  timbul karena keluarga  sudah tahu akan efek yang terjadi apabila stimulasi untuk membatu perkembangan anak tidak di berikan. Namun pada kenyataannya masih banyak ibu yang berpengetahuan   kurang tentang masa perkembangan anak sehingga  salah dalam pemberian stimulasi atau bahkan  stimulasi  tidak  diberikan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui hubungan  pengetahuan keluarga  dengan stimulasi perkembangan  pada anak usia 12-24 bulan di desa. Tibang  Tahun 2012. Penelitian   ini bersifat deskritif korelasi, sampel dalam penelitian sebanyak 41 orang, tehknik pengumpulan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian di dapat bahwa terdapat hubungan yang bermakna   antaratingkat   pengetahuan   keluarga   dengan    tindakan   stimulasi perkembangan motorik kasar (p-value0,02S),   motorik hal us (p-value 0,005),bicara dan bahasa (p-value 0,003 ), sosial dan kemandirian (p-value 0,013 ) pada anak usia 12-24 bulan di desa Tibang Tahun 2012. Disarankan bagi puskesmas, khususnya pemberian pelayanan dan penyuluhan kesehatan di masyarakat agar penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan informasi dalam rangka rneningkatkan   keefektifan penyuluhan  dukungan keluarga  terhadap stimulasi  perkembangan   pada anak usia 12-24 bulan serta penelitian ini bisa menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut untuk menghubungkan intervensi keperawatan keluarga dengan kegiatan stimulasi perkembangan  pada anak usia 12-24 bulan.&#13;
&#13;
Kata Kunci     : Pengetahuan,  keluarga, stimulasi,  Perkembangan  anak&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102654</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-19 09:41:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-19 09:41:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>