<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102640">
 <titleInfo>
  <title>DAMPAK PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KAKAO (CONOPOMORPHA CRAMERELLA SNELLEN) SECARA TERPADU TERHADAP PENDAPATAN USAHA TANI BERKELANJUTAN  DI PESISIR TIMUR ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Mulyani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Program Doktor Imu Ptanian (S3)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>CUT MULYANI. Dampak Penerapan Pengendalian Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) Secara Terpadu terhadap Pendapatan Usaha Tani Berkelanjutan di Pesisir Timur Aceh. Dibimbing oleh Dr. Ir. HUSNI, M. Agric. Sc,  Prof. Dr. Ir. DHARMA BAKTI, MS dan Dr. Ir. AZHAR, M.Sc&#13;
&#13;
Permasalahan pengelolaan perkebunan kakao adalah tingginya serangan organisme pengganggu tanaman, khususnya Penggerek Buah Kakao (PBK) yang menyebabkan produktivitas kakao menurun sehingga menurunkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui persentase dan intensitas serangan hama PBK pada tanaman kakao, mengetahui pengaruh serangan hama PBK terhadap pendapatan petani dan menyusun strategi pengelolaan PBK dalam rangka pengelolaan  perkebunan kakao berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di empat kabupaten, yaitu: Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireun dan Aceh Timur yang secara administratif terletak di pesisir timur Provinsi Aceh. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive. Kebun lokasi penelitian yang dipilih memiliki empat tingkat perawatan kebun yang berbeda, yaitu: tidak dirawat, dirawat seadanya, dirawat secara konvensional dan mempraktekkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan analisis kuantitatif dan analisis SWOT. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa tingkat perawatan kebun berpengaruh nyata terhadap persentase dan intensitas serangan PBK. Persentase dan intensitas serangan PBK tertinggi dijumpai pada tingkat perawatan kebun yang tidak dirawat. Adapun yang terendah dijumpai pada tingkat perawatan kebun yang menerapkan PHT, diikuti dengan kebun yang dirawat konvensional, dan kebun yang dirawat seadanya. Hasil analisis regresi hubungan antara intensitas serangan dengan kehilangan hasil akibat serangan PBK didapatkan nilai intercept (a) = 708,721 dan nilai slop (b) = -17,678 sehingga model regresi liniernya adalah Y = 708,721 -17,678 X. Setiap terjadi peningkatan intensitas serangan PBK sebanyak 1% maka akan menurunkan produksi sebesar 17,678 Kg per hektar pertahun. Penerapan PHT secara signifikan mempengaruhi produksi dan kualitas biji kakao. Semakin luas lahan, semakin tinggi produksi terutama lahan-lahan yang menerapkan PHT. Perkebunan kakao yang menerapkan metode PHT  memiliki pendapatan usahatani yang lebih tinggi, sehingga lebih menguntungkan daripada perkebunan kakao yang dirawat secara konvensional, dirawat seadanya dan tidak dirawat. Bentuk pengelolaan PBK untuk mencapai visi perkebunan kakao rakyat berkelanjutan dalam menghasilkan produk biji kakao yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global, melingkupi pengelolaan perkebunan dari penyediaan sarana produksi, penanganan pasca panen, pemasaran, serta bermitra dengan lembaga-lembaga terkait. Strategi utama pengelolaan PBK adalah peningkatan Sumber Daya Manusia petani kakao untuk mampu melakukan pengelolaan perkebunan sebagai suatu kegiatan bisnis dengan mengintegrasikan lembaga-lembaga penyedia sarana produksi dan pemasaran. Kelembagaan pengelolaan PBK bermitra dengan lembaga penunjang yaitu lembaga pendamping, pengontrol, dan penunjang lainnya pengelolaan PBK. &#13;
&#13;
Kata kunci: Penggerek Buah Kakao, persentase serangan, intensitas serangan, analisis regresi, pengendalian hama terpadu.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FARM PROFITS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL PRODUCTIVITY</topic>
 </subject>
 <classification>338.16</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102640</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-18 17:29:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-03-30 10:04:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>