<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102622">
 <titleInfo>
  <title>PERFORMANSI AGRONOMI DAN KETAHANAN TERHADAP RENDAMAN AKIBAT KEBERADAAN GEN SD-1 DAN SUB-1 PADA BC3F2 DAN BC2F3 TURUNAN PADI TINGGONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadila Ridara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tinggong merupakan salah satu varietas padi lokal Aceh, terkenal dengan tekstur nasi pulen dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Namun, padi Tinggong berbatang tinggi, mudah rebah, berumur dalam dan tidak tahan terhadap rendaman. Perbaikan varietas Tinggong dapat dilakukan dengan memanfaatkan varietas intoduksi Swarna dengan keunggulan berbatang pendek, umur panen genjah, produksi tinggi serta memiliki gen semi-dwarf (sd-1) sebagai gen memperpendek tanaman dan gen submergence (sub-1) sebagai gen ketahanan rendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi BC2F3 dan BC3F2 hasil persilangan padi Tinggong dan Swarna serta menganalisis keberadaan gen sd-1 dan gen sub-1. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Rumah Kasa dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam-Banda Aceh, mulai dari bulan Desember 2021 sampai Juni 2022. Benih yang digunakan adalah BC2F3 dan BC3F2 turunan dari persilangan padi Tinggong dan Swarna. Teknik Marker Assisted selection (MAS) digunakan untuk mendeteksi keberadaan gen sd-1 dan sub-1. Hasil penelitian menunjukkan tanaman BC2F3 T41.9.6 (tanaman 1, 2, 4 dan 6) cukup prospektif untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Tanaman tersebut memiliki umur genjah berkisar antara 117-123 HSS, Tinggi tanaman pendek berkisar antara 113-116 cm dan hasil tinggi melebihi 6 ton Ha-1 serta mewarisi gen sd-1 dan sub-1. Hasil uji ketahanan rendaman setelah masa pemulihan (recovery) BC2F3 dan BC3F2 turunan dari persilangan padi Tinggong dan Swarna menunjukkan dari 68 tanaman yang diuji terdapat 33 tanaman (48,52%) hidup, sedangkan terdapat 35 tanaman  (51,47%) mati akibat tidak tahan terhadap cekaman rendaman.&#13;
Kata kunci: Sifat agronomi, persilangan, semi-dwarf, submergence</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102622</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-18 13:00:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-18 15:05:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>