Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MADU SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO
Pengarang
Zianti Oktarina - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0108104010064
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2008
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh madu sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei sampai Agustus 2008 Tujuan penehitian ini untuk mcngetahut daya hambat madu dari daerah Krueng Sabee - Aceh Jaya, Sawang - Aceh Utara dan le Seuum - Aceh Besar sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia col. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu: 1 kontrol negatif (aquades), 3 perlakuan madu dari masing- masing daerah I kontrol positif (antibiotik), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali Data dianalisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat madu terhadap Staphylococcus aureus adalah: madu dani Krueng Sabee-Aceh Jaya 12,8 mm, Sawang - Aceh Utara 12,6 mm, le Seuum - Aceh Besar 12,4 mm dan pemberian vancomycin dengan konsentrasi 30 µg membentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 28,2 mm. Rata-rata diameter zona hambat madu terhadap Escherichia coli adalah: madu dari Krueng Sabee-Aceh Jaya 21,8 mm, Sawang-Aceh Utara 22,4 mm, le Seuwn-Aceh Besar 22,0 mm dan pemberian gentamicin dengan konsentrasi 10 g membentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 25,0 mm. Madu dari daerah Krueng Sabee - Aceh Jaya, Sawang - Aceh Utara dan le Sevm - Aceh Besar membentuk zona hambat lebin besar terhadap Escherichia coli dari pada Staphylococcus aureus. Uji beda nyata terkecil menunjukkan bahwa madu dari ketiga lokasi tersebut menunjukkan rata-rata diameter zona hambat yang sama. Namun, vancomycin memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dibandingkan dengan madu, demikian pula kemampuan hambatan gentamicin terhadap Escherichia coli
Kata kunci: Madu, Staphylococcus aureus. Escherichia coli, zona hambat
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI SECARA IN VITRO (Erisa Ullfah Ali, 2023)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BONGGOL NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI (Syahla Mielda Nabila, 2024)
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN MINT (MENTHA PIPERITA L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI (Syifa Ghazalah Erman, 2024)
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK MADU LINOT, MADU KUNING, DAN MADU HITAM TERHADAP BAKTERI PENYEBAB INFEKSI LUKA METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA (Unni Bayani Buchari, 2025)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA KEUMAMAH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL LAMBARO ACEH BESAR (Liza Ummamie, 2017)