<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102599">
 <titleInfo>
  <title>PENGAMATAN DEFEK  MAKROSKOPIS      EMBRIO  AYAM KAMPUNG	(GALLUS GALLUS)  AKIBAT  INDUKSI  BORAKS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muthmainnah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan  mengetahui  defek  rnakroskopis    embrio  ayam  kampung (Gallus - gallus) yang  diinduksi  boraks.  Penelitian  ini menggunakan  20  butir  telur ayam  karnpung  (Gallus gallus) tertunas.  dengan  berat  telur  antara  39 g  -  4 I  g. Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  acak  lengkap  (RAL)  yang  terdiri  atas  4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan ini menggunakan boraks yang dilarutkan dalam akuades. lalu disuntikkan ke dalam kantung kuning telur dengan dosis 0, 50, 100. dan 150 mg  boraks/kg  bt  dengan  volume  0.1  ml/telur  pada  hari   ke  4  pengeraman. Pengamatan  terhadap embrio yang mati dilakukan  setiap hari setelah  penyuntikan. Pada hari ke  18 pengeraman telur-telur dibuka dan dilakukan  pengamatan kematian embrio dan defek  makroskopisnya.     Data  kematian   dan kecacatan   embrio dianalisis dengan Uji Chi Kuadrat (Xl).  sedangkan data defek makroskopis pad a jari - jari kaki diolah dengan analisa deskriptif, serta ditampilkan dalam bentuk  label dan gambar. Hasil  penelitian  ini menunjukkan  bahwa  pada  dosis  boraks  150 mg boraks/kg  bt terdapat   5 embrio mali 2 jam   setelah   penyuntikan,    100 mg boraks/kg  bl terdapat   5 embrio  yang  mati pada hari  7 pengeraman,  dosis 50 mg  boraks/kg  bt terdapat 2 embrio yang mati pada hari ke  14 dan hari ke 16 pengeraman, dan 3 embrio hidup yang  memperlihatkan  kecacatan  pada  kaki.  Semakin  tinggi  dosis  boraks  yang diberikan  maka akan memperlihatkan defek makroskopis dan kematian embrio yang semakin cepat.&#13;
&#13;
Kata kunci : Defek makroskopis.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKENS</topic>
 </subject>
 <classification>595.789</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-18 10:09:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-18 15:30:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>