PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAKRNDAUN PACAR KUKU (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS PENYEBAB KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS) SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAKRNDAUN PACAR KUKU (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS PENYEBAB KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS) SECARA IN VITRO


Pengarang

Rima Ristianti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0281410054

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) telah diiaporkan oleh beberapa peneliti di luar negeri mengandung antimikrobial yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pacar kuku secara in vitro terhadap pertumbuhan jamur C. albicans penyebab keputihan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Pengujian aktivitas antimikrobial dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat ekstrak daun pacar kuku yang terbentuk terhadap pertumbuhan jamur C. albicans. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Penelitian ini memperlihatkan bahwa konsentrasi ekstrak daun pacar kuku 50%, 25% dan 12,5% membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan C. albicans dengan rata-rata diameter 12,8 mm, 9,2 mm dan 7,4 mm. Pemberian nistatin konsentrasi 0,4 mg membentuk zona hambat dengan diameter rata-rata 15,6 mm. Konsentrasi ekstrak 50%, 25% dan 12,5% masing-masing memiliki daya hambat yang setara dengan 0,32 mg. 0,23 mg dan 0,18 mg nistatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pacar kuku dapat menghambat pertumbuhan jamur C. albicans. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pacar kuku maka semakin tinggi pula kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan jamur C. albicans. Nistatin memiliki kemampuan yang lebih besar untuk menghambat pertumbuban jamur C. albicans dari pada ekstrak daun pacar kuku.

Kata kunci: Pacar kuku (Lawsonia inermis L), Candida albicans, keputihan, zona hambat.







Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK