<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102551">
 <titleInfo>
  <title>PERAN PEREMPUAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NORMA SUSANTI RM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Magister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perempuan merupakan salah satu kelompok rentan dalam bencana banjir. Upaya mengurangi kerentanan belum dilakukan maksimal oleh pemerintah. Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengarusutamaan gender (PUG) dalam penanggulangan kebencanaan, namun implementasinya masih menghadapi banyak masalah. Tujuan penelitian, menganalisa peran perempuan dan kebijakan penanggulangan bencana di Aceh Utara. &#13;
Penelitian ini dilakukan secara kualitatif, dan pengumpulan data melalui wawancara, FGD, observasi dan kajian literatur. Lokasi penelitian adalah Desa Asan Krueng Kreh Kecamatan Pirak Timu dan Tumpok Barat Kecamatan Matangkuli Aceh Utara.&#13;
Hasil penelitian bahwa peran perempuan sangat minim dalam upaya penanggulangan banjir di Aceh Utara, terutama pada tahap sebelumbencana dan paskabencana. Pada tanggap darurat perempuan melakukan penyelamatan diri dan anak/anggota keluarga, asset dan menjalankan peran domestik. Keterbatasan pemahaman BPBD terkait ruang lingkup penanganan banjir secara umum ataupun responsif gender, mengakibatkan minimnya upaya penanggulangan yang dilakukan pada tahap prabencana dan tahap pascabencana di Aceh Utara. Adanya Perka BNPB Nomor 13 Tahun 2014, tidak menjamin seutuhnya penanggulangan bencana berlangsung secara responsife gender, terutama di tingkat daerah. Rendahnya partisipasi perempuan selain disebabkan karena minimnya respon dan daya dukung pemerintah daerah dan desa (gampong) juga karena masih kuatnya gender stereotype di masyarakat. Keyakinan bencana adalah takdir Tuhan, menguatkan sekaligus menumbuhkan sikap apatis, meski masyarakat memiliki potensi. &#13;
Dari penelitian ini disarankan kepada pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terkait penanggulangan bencana banjir yang responsif gender dan inklusi, menguatkan konsep mitigasi berbasis kearifan lokal dan berperspektif gender, melakukan pendidikan kesetaraan gender, serta mengembangkan sistem monev terhadap Perka BNPB Nomor 13 tahun 2014.  &#13;
Keywords: bencana banjir, peran perempuan, perempuan, pengaurusutamaan gender&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-16 10:23:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-16 11:43:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>