<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102518">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KERENTANAN SERANGAN DOS (DENIAL OF SERVICE) DENGAN IDS (INTRUSION DETECTION SYSTEM) MENGGUNAKAN SNORT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULIZA YUNITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro dan Komputer</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem keamanan jaringan merupakan faktor penting untuk menjamin stabilitas, integritas dan validitas data. Namun, kerentanan terhadap sebuah server masih sering terjadi. Salah satunya adalah Denial of Service (DoS). DoS sendiri merupakan jenis serangan yang paling umum digunakan terhadap sebuah situs, jaringan, router dan server. DoS bekerja dengan cara melumpuhkan jaringan untuk menghabiskan ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh sistem komputer sehingga menyebabkan target serangan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sistem pengamatan serangan dapat menggunakan tools Instrusion Detection System (IDS) Snort. Snort adalah perangkat lunak IDS dan Network Instrusion Detection System (NIDS) berbasis open source dan banyak digunakan untuk untuk mengamankan sebuah jaringan dari aktifitas yang berbahaya. Penelitian ini memfokuskan pada permasalahan bagaimana melakukan pemantauan server dari serangan DoS, selain itu pada penelitian ini juga melihat apakah ada permasalahan terhadap keadaan traffic pada router yang digunakan ketika terjadi serangan DoS. Penelitian ini berhasil menjawab tujuan dari penelitian, yaitu Menganalisis bagaimana snort mendeteksi adanya serangan DoS pada softwere Ubuntu dan Mengetahui bagaimana reaksi/keadaan traffic router sebelum dan sesudah terjadi serangan DoS. Pengujian dilakukan sebanyak 4 kali, dengan waktu yang berbeda di setiap pengujian, yaitu 21 sec, 26 sec, 7 sec, dan 13 sec. Data serangan yang dikirimkan untuk masing-masing pengujian yaitu 2783592, 3449309, 907697, 1754167 dan data yang diterima atau berhasil di tangkap oleh snort untuk masing-masing pengujian yaitu 263768, 325834, 93094, 206886. Kemudian dari penelitian juga terdapat kenaikan traffic network yang digunakan setelah terjadinya serangan DoS. Dari 4 kali pengujian, didapatkan jumlah received traffic network yaitu 50.5 KiB menjadi 159.3 MiB, 159.3 MiB menjadi 339.1 MiB, 51.2 MiB menjadi 52 MiB, dan 52 MiB menjadi 54.4 MiB. &#13;
&#13;
Kata kunci: Kerentanan, Wifi, Denial of Service (DoS), UDP (User Data Protocol) Flooding,  Intrusion Detection System (IDS), dan Snort.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102518</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-15 15:46:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-15 16:02:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>