<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102462">
 <titleInfo>
  <title>STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN AKAR KUNING (MENISPERMACEAE) DI KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mauliza Balqis. Z</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang studi etnofarmakologi tumbuhan akar kuning (Menispermaceae) di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Provinsi Aceh bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan akar kuning dan mendapatkan informasi tentang etnofarmakologi tumbuhan akar kuning di Kecamatan Tangse. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga Mei 2022. Metode yang digunakan adalah metode Purposive sampling, Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Metode Snowball. Penelitian ini dilakukan pada 11 desa terpilih di Kecamatan Tangse. Kelompok responden yang dipilih yaitu tokoh adat, tabib, pencari tumbuhan akar kuning, ibu rumah tangga dan pengepul tumbuhan akar kuning. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua jenis tumbuhan akar kuning yaitu Fibraurea tinctoria Lour. dan Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr. yang dimanfaatkan oleh masyarakat Tangse. Bagian yang paling banyak digunakan adalah batang. Tumbuhan akar kuning oleh masyarakat Tangse dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit lambung, asam urat, hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, kanker, malaria, gondok beracun, stroke, dan jantung. Adapun cara pengolahan dan pemanfaatan batang tumbuhan akar kuning yaitu dengan cara diseduh dan direbus kemudian diminum.&#13;
&#13;
Kata kunci:	tumbuhan akar kuning, Fibraurea tinctoria, Coscinium fenestratum, etnofarmakologi, Kecamatan Tangse.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102462</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-12 16:01:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-15 10:57:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>