<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102364">
 <titleInfo>
  <title>ESTIMASI KEKUATAN GEMPA BUMI DI PROVINSI ACEH MENGGUNAKAN METODE KRIGING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FAKHRI HAIKAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Seringnya terjadi gempa bumi di Provinsi Aceh disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya letak geografis Provinsi Aceh yang berada di antara 3 lempeng dunia dan berada di jalur cincin api pasifik. Salah satu upaya mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari karakteristik gempa bumi yang terjadi di Provinsi Aceh dan mengestimasi kekuatan gempa bumi di Provinsi Aceh untuk melihat daerah yang dapat berpotensi memiliki kekuatan gempa bumi yang besar. Estimasi kekuatan gempa bumi dapat dilakukan menggunakan metode Kriging. Metode Kriging merupakan suatu metode dalam geostatistika untuk mengestimasi nilai pada lokasi yang belum atau tidak tersampel berdasarkan kedekatan nilai spasial pada lokasi tersampel di sekitarnya dengan menggunakan model struktural semivariogram. Secara umum kriging terbagi menjadi tiga yaitu Simple Kriging, Ordinary Kriging, dan Universal Kriging. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berisi titik koordinat beserta kekuatan gempa bumi (Magnitudo) di Provinsi Aceh dari tahun 1990 hingga 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi kekuatan gempa bumi di Provinsi Aceh menggunakan metode kriging. Penelitian ini menggunakan metode Universal Kriging dikarenakan memenuhi asumsi dimana data terdapat trend tertentu dan memiliki pencilan. Penentuan model terbaik dilakukan dengan membandingkan nilai dari semivariogram teoritis yaitu model spherical, model exponential, dan model gaussian yang memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil. Model semivariogram spherical dipilih karena memiliki nilai MSE terkecil yaitu sebesar 0,027 dengan nugget (C0) sebesar 0,12, sill (C) sebesar 0,365 dan range (a) sebesar 0,695. Nilai estimasi kekuatan gempa bumi terbesar diperoleh sebesar 8,8 M yang terjadi pada daerah Aceh Singkil dan utara laut Simeulue.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EARTHQUAKES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ESTIMATION THEORY - STATISTICAL MATHEMATICS</topic>
 </subject>
 <classification>519.544</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102364</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 15:27:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 16:07:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>