<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102334">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN LABA-LABA  ORDO ARANEAE PADA EKOSISTEM ALAMI DI GAMPONG DEAR  MAMPLAM LEUPUNG DAN EKOSISTEM BUATAN DI GAMPONG LAMCOT MONTASIK KABUPATEN ACEH  BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>0606103010011</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata  kunci:  Keanekaragaman,  laba-laba.  ekosistem  alami,  ekosistem  buatan.&#13;
&#13;
&#13;
Telah  dilakukan   penelitian tentang &quot;Keanekaragaman Laba-laba Ordo Araneae pada Ekosistem  Alami  di Gampong  Deah Mamplam  Leupung  dan Ekosistem  Buatan di   Gampong   Lamcot   Montasik   Kabupaten    Aceh   Besar&quot;.    Pengambilan   sampel dilakukan    pada   tanggal   4-15   Juli   2012.   Tujuan   penelitian   ini   adalah    untuk mengetahui  tingkat  keanekaragaman,  perbedaan   keanekaragaman,  dan mendeskripsikan   laba-laba   pada   ekosistem   alami   di  Gampong   Deah   Mamplam Leupung   dan  ekosistem   buatan   di  Gampong   Lamcot   Montasik   Kabupaten   Aceh Besar. Metode  yang digunakan  pada penelitian ini adalah  rnetode survey  eksploitatif. Sampel  diambil dengan  3   cara  yaitu  perangkap  jebak  pit  fall trap, perangkap jebak modifikasi,   dan  dengan  jaring  sapu.  Untuk  mencari  tingkat  keanekaragaman  laba• laba, data dianalisis dengan menggunakan rumus Shannon-Wiener. Untuk mencari perbedaan  keanekaragaman  laba-laba, data dianalisis  dengan  uji-t.  Spesies  laba-laba yang  ditemukan  dideskripsikan mulai dari  morfologi,  fisiologi,  sampai  habitat  yang ditempati. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  indeks keanekaragaman laba-laba di ekosistem  alami  berkisar  antara  1,460-1,793, sedangkan  di ekosistem  buatan  berkisar antara   1,248-1,430.   Perbedaan   keanekaragaman  laba-laba  antara  ekosistem   alami dengan  ekosistem  buatan dengan  uji t adalah  ts(2,613) &lt; t%e(2,776). Kesimpulan tingkat keanekaragaman laba-laba di ekosistem  alami dan di ekosistem  buatan adalah rendah.  Laba-laba  di  ekosistem  alami  tidak  berbeda  dengan  laba-laba di  ekosistem buatan.  Terdapat  ll spesies  laba-laba  yang dapat dideskripsikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SPIDERS</topic>
 </subject>
 <classification>595.44</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102334</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 11:13:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 11:27:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>