<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102315">
 <titleInfo>
  <title>SINERGITAS ANTAR LEMBAGA PEMERINTAH DALAM KESIAPSIAGAAN AIR BERSIH UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. ARIFIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh memiliki periode perulangan yang dapat terjadi sekitar 600 tahun sekali. Bencana yang terjadi mengakibatkan rusaknya sarana dan prasarana air bersih yang menyebabkan masyarakat susah mendapatkan air bersih. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan sinergitas antar lembaga pemerintah dalam kesiapsiagaan air bersih untuk penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas pemerintah dalam kesiapsiagaan air bersih, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi sinergitas antar lembaga pemerintah, dan merekomendasikan model sinergitas antar lembaga pemerintah dalam kesiapsiagaan air bersih untuk penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan lembaga pemerintah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi dalam kesiapsiagaan air bersih, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi sebagai teknik untuk mengecek keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antar lembaga belum berjalan dengan baik, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:  Satu, pada aspek kontinuitas perencanaan belum berjalan dengan baik. Kedua, pada aspek pembagian kerja masih tumpang tindih. Ketiga, pada aspek feedback untuk proses koordinasi tidak berjalan dengan baik disebabkan tidak adanya evaluasi terhadap kesepakatan. Model yang direkomendasikan adalah penguatan lembaga-lembaga berdasarkan peran dan tupoksinya dalam&#13;
sinergitas kesiapsiagaan air bersih yang diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Banda Aceh. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Sinergitas, kesiapsiagaan, air bersih, gempa bumi, tsunami</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DISASTERS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>363.34</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102315</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 16:11:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 10:18:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>