<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102304">
 <titleInfo>
  <title>PEMBELAJARAN BERMAKNA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CORE  PADA MATERI CAHAYA DAN OPTIK KELAS VIII  SMP NEGERI 6 BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deana Jauhari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jauhari, Deana. 2022. Pembelajaran Bermakna Menggunakan Model Pembelajaran CORE Pada Materi Cahaya dan Optik kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala&#13;
(1)	Prof. Dr Yusrizal M.Pd (2)  Drs. Ahmad Farhan, M.Si&#13;
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang diakibatkan karena siswa kurang aktif dalam belajar mandiri sehingga digunakan model pembelajaran CORE berkaian dengan teori pembelajaran bermakna dari Ausubel yang menjelaskan bahwa belajar bermakna adalah proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep yang sudah dimiliki dalam struktur kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran bermakna menggunakan model CORE. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh yang berjumlah 255 siswa. Sampel penelitian adalah kelas VIII-8 dengan jumlah siswa 31 orang. Sampel ini diperoleh secara Random Sampling (Sampel Acak). Data adalah hasil tes pretest-posttest. Data dianalisis menggunakan statistik uji-t. Hasil analisis data pada taraf signifikan α= 5% dan dk = 31 menunjukkan bahwa nilai thitung &gt; ttabel yaitu 17,7 &gt; 1,69. Berdasarkan kriteria pengujian jika thitung &gt; ttabel maka H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) lebih tinggi dari hasil belajar sebelum pembelajaran dilakukan. Aplikasi model CORE, meningkatkan capaian hasil belajar siswa. Peningkatan dengan kriteria sedang dicapai sebesar 35.48% dan tinggi dicapai oleh 64.51% siswa. Jadi disimpulkan bahwa Penerapan model pembejaran CORE pada proses pembelajaran Fisika materi cahaya dan Optik di SMP Negeri 6 Kota Banda Aceh mampu mencapai peningkatan hasil belajar siswa dalam kategori sedang sampai tinggi.&#13;
&#13;
Kata kunci. Model Pembelajaran CORE,Pembelajaran Bermakna, hasil belajar&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STUDY METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING - HIGHER EDUCATION</topic>
 </subject>
 <classification>371.302 81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102304</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 14:54:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-10 10:31:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>