<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102273">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN METODE THAWING TERHADAP KADAR PROTEIN DAGING SAPI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUDA AFRINALDO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Thawing ialah proses penyegaran kembali bahan yang telah beku. Prosedur pencairan memiliki efek terhadap kadar protein daging sapi. Penelitian ini bertujuan mengetahi pengaruh berbagai prosedur thawing terhadap kandungan protein daging sapi beku. Penelitian ini menggunakan sampel daging sapi aceh jantan dari bagian paha belakang (round) yang dibekukan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa perlakuan (P), antara lain: P1 sebagai kontrol (tanpa perlakuan pembekuan dan pencairan); P2 dengan membiarkan daging disuhu refrigerator; P3 meletakkan daging pada suhu ruang; P4 dengan merendam daging di air pada suhu ruang; P5 merendam daging dalam air hangat dengan suhu air 60°C dan P6 merendam daging dengan air panas (suhu mendidih) pada suhu 100ºC. Parameter yang diamati yaitu kadar protein daging sapi aceh yang telah dithawing. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Terhadap data yang berbeda nyata pada uji ANOVA maka dilanjutkan menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian diperoleh kadar protein daging sapi sebesar 22.26% dan perlakuan dengan metode thawing memperlihatkan kadar protein berkisar antara 21.90% sampai 17.99%.  Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukan bahwa kadar protein yang diperoleh berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan thawing dengan menggunakan refrigerator, suhu ruang, air suhu ruang, dan air hangat memperlihatkan tidak berbeda nyata dengan kontrol, tetapi perbedaan nyata dengan thawing menggunakan air panas. Menurut hasil penelitian bisa ditarik kesimpulan bahwa menyegarkan kembali daging sapi dengan air panas pada suhu 100℃ bisa menurunkan kadar protein daging.&#13;
	&#13;
Kata Kunci : Daging sapi aceh, round, thawing, kadar protein&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 17:17:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 09:53:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>