<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102254">
 <titleInfo>
  <title>PENDUGAAN PARAMETER GENETIK CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) F2 HASIL HIBRIDISASI TERHADAP KETAHANAN BEGOMOVIRUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUSUF HAIDAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cabai (Capsicum annuum L) merupakan salah satu komoditi penting nasional termasuk ke dalam famili terung-terungan (Solanaceae) dan tergolong kedalam tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Produktivitas tanaman cabai nasional lima tahun terakhir menunjukan peningkatan yang signifikan yaitu tahun 2017 sebesar 8,46 ton ha-1, tahun 2018 sebesar 8,77 ton ha-1 dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 9,10 ton ha-1. Peningkatan nilai produktivitas ini, masih jauh lebih rendah dari produktivitas cabai yang dapat mencapai 22 ton ha-1. Hama dan penyakit tanaman diduga menjadi penyebab utama rendahnya produktivitas cabai. Penyakit virus kuning keriting merupakan salah satu jenis penyakit yang menyebabkan rendahnya produktivitas tanaman cabai yang disebabkan oleh Begomovirus. Perakitan varietas yang toleran terhadap Begomovirus masih menjadi salah satu solusi pengendalian yang efektif melalui metode pemuliaan tanaman dengan cara melakukan persilangan tanaman (hibridisasi) antar tanaman yang memiliki sifat tahan terhadap Begomovirus. Pendugaan parameter genetik merupakan suatu tahapan awal dalam pemuliaan tanaman untuk mengetahui suatu karakter dipengaruhi oleh faktor genetik atau faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendugaan parameter genetik cabai F2 hasil hibridisasi terhadap ketahanan Begomovirus. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) Saree, Aceh Besar dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Februari sampai Juli 2020. Tanaman yang digunakan terdiri dari 15 sampel tanaman dari varietas Perintis (BaPep-5) dan 15 sampel tanaman dari varietas Kencana (BaPep-4) serta 500 tanaman F2 hasil hibridisasi (BaPep-5 x BaPep-4), sehingga terdapat 530 tanaman. Parameter yang diamati meliputi parameter kuantitatif berdasarkan nilai heritabilitas, koefisien keragaman genotipe (KKG) dan koefisien keragaman fenotipe (KKF) (jumlah buah per tanaman, berat per buah, berat buah per tanaman, panjang tangkai buah, panjang buah, diameter buah, tebal daging buah) dan parameter kualitatif (warna buah, bentuk pangkal buah, bentuk ujung buah, dan tekstur buah). Hasil penelitian menunjukan nilai heritabilitas arti luas tergolong tinggi terdapat pada karakter berat buah per tanaman (51,31 %), jumlah buah per tanaman (65,58 %) tebal daging buah (92,17 %), panjang tangkai buah (52,01 %) dan diameter buah (96,83), artinya pada karakter tersebut didominasi oleh pengaruh faktor genetik. Nilai heritabilitas arti luas tergolong rendah dijumpai pada karakter berat buah per tanaman (19,00 %) dan panjang buah (0 %), artinya pada karakter tersebut didominasi oleh pengaruh lingkungan. Karakter agronomi memiliki kriteria KKG yang sempit kecuali pada karakter berat buah per tanaman (100 %) dan karakter jumlah buah per tanaman (100 %) yang memiliki kriteria KKG yang sangat luas, artinya pada karakter tersebut memiliki tingkat keragaman genetik yang luas. Karakter agronomis memiliki kriteria KKF tergolong sempit dan agak sempit kecuali pada karakter berat buah per tanaman (100 %) dan karakter jumlah buah per tanaman (100 %) yang memiliki kriteria KKF yang sangat luas, artinya pada karakter tersebut memiliki tampilan yang beragam. Karakter yang memiliki nilai heritabilitas yang tinggi diikuti nilai KKG dan KKF yang sangat luas dijumpai pada karakter berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman sehingga artinya dapat dijadikan sebagai acuan yang efektif untuk melakukan seleksi ketahanan terhadap Begomovirus.&#13;
&#13;
Kata kunci : Begomovirus, heritabilitas, koefisien keragaman genotipe, dan koefisien keragaman fenotipe&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102254</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:45:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:58:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>