<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102249">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN DAYA DUKUNG MENGGUNAKAN METODE STATIS, DINAMIS, DAN HASIL UJI PDA PONDASI TIANG PANCANG JEMBATAN PEUREULAK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dhanni Riyanda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pondasi merupakan elemen konstruksi yang terletak di bagian terbawah suatu konstruksi dan berfungsi untuk meneruskan beban struktur atas (upper structure) ke lapisan tanah dasar (bearing layer) yang ada di bawahnya.  Dalam merencanakan pondasi harus dapat memenuhi daya dukung yang direncanakan sebagai penunjang konstruksi yang stabil. Dalam perencanaan pondasi dalam harus mengetahui kapasitas daya dukung pondasi dengan metode statis, dinamis, dan PDA test. Perhitungan daya dukung pondasi dapat menggunakan metode statis antara lain dengan SPT. Selain itu perhitungan daya dukung pondasi dapat juga dihitung menggunakan formula dinamis dengan metode Danish dan Eytelwein, berdasarkan data yang digunakan hasil uji pemancangan (calendering) pada pembangunan Duplikasi Jembatan Peureulak. Untuk mengontrol kapasitas dukung tiang terpasang dapat digunakan PDA test. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisis kapasitas daya dukung tiang pancang dan melakukan perbandingan metode statis, dinamis, dan hasil uji PDA. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa nilai daya dukung tiang pancang menggunakan metode statis, dinamis, dan hasil uji PDA. Daya dukung yang dihasilkan pada penggunaan metode Meyerhoff dengan nilai Nrata-rata = 41,5 dan daya dukung rata-rata tiang pancang = 117,513 ton. Hasil perhitungan penggunaan setiap metode dinamis dengan nilai kalendering (final set) yang berbeda, daya dukung rata-rata adalah, metode Danish = 293,685 ton, metode Eytelwein = 294,211 ton. Daya dukung tiang pancang hasil uji PDA adalah 317,125 ton. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Meyerhoff memiliki nilai daya dukung tiang terkecil, sedangkan metode Danish dan Eytelwein memiliki nilai daya dukung tiang lebih besar dari metode Meyerhoff. Daya dukung tiang pancang hasil uji PDA memiliki nilai terbesar. Perbedaan nilai daya dukung tiang dari metode statis, dinamis, dan hasil uji PDA dapat disebabkan oleh parameter yang berbeda seperti keseragaman lapisan tanah, jenis pondasi yang digunakan, nilai final set, pengujian lapangan yang dilakukan dan persamaaan perhitungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOUNDATIONS - CONSTRUCTION</topic>
 </subject>
 <classification>690.11</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102249</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-08 11:11:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-11 15:28:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>