<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102232">
 <titleInfo>
  <title>MODEL BIAYA PERBAIKAN JALAN SESUAI DENGAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nafsul Hanif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selain disebabkan oleh peningkatan kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi kendaraan, kerusakan jalan juga dapat disebabkan oleh kondisi dasar tanah, perkerasan yang tidak stabil dan pelapukan permukaan tanah. Penanganan segera situasi ini diperlukan untuk mencegah kerumitan akibat kerusakan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi kerusakan jalan berdasarkan nilai Pavement Condition Index (PCI), mengetahui hubungan antara kerusakan jalan terhadap estimasi biaya perbaikan jalan sesuai dengan tingkat kerusakannya dengan menggunakan metode Analisis Regresi. Lokasi Penelitian terlrtak di Kabupaten Pidie, lebih tepatnya pada ruas jalan Lingkare Keuniree – Simpang Sanggeu yang memiliki panjang jalan 3,5 km dan akan dibagi menjadi 7 segmen. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari hasil pengamatan secara visual di lapangan yaitu berupa geometrik jalan, dimensi dan tingkat kerusakan jalan. Volume kerusakan jalan yang didapat pada setiap segmen kemudian dikalikan dengan harga satuan pekerjaan untuk mendapatkan biaya perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan nilai PCI pada ruas jalan ini adalah sebesar 41,8 dengan kondisi cukup (fair), dimana jenis kerusakan yang mendominasi adalah retak (cracking) dengan presentase sebesar 10,63% dan yang paling sedikit adalah tambalan (patching) sebesar 1,39%. Model regresi non linear cubic dengan dengan koefisien korelasi (R) adalah 0,997 adalah permodelan yang terbaik untuk digunakan untuk melihat hubungan kerusakan  jalan terhadap estimasi biaya perbaikan jalan. Nilai koefisien deterimasi (R2) adalah 0,994 yang artinya bahwa variabel X (nilai PCI) dapat menjelaskan variabel Y (estimasi biaya perbaikan jalan) sebesar 99,4%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ROAD REPAIR</topic>
 </subject>
 <classification>625.761</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102232</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-06 08:46:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-09 10:20:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>