<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102206">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS BANJIR SUNGAI KRUENG PIRAK, KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AFRIAL NANDA POETRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sungai Krueng Pirak yang terletak di Kabupaten Aceh Utara mempunyai curah hujan yang relatif sangat tinggi. Dari implikasi tersebut diperkirakan dapat terjadinya perubahan lingkungan sungai yang tentunya dapat berpengaruh pada dinamika perubahan morfologinya. Banjir terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah hingga menyebabkan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak meluap. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas tampungan sungai menggunakan aplikasi HEC-RAS, serta memberikan saran penampang tampungan efektif. Sungai yang ditinjau hanya sungai Krueng Pirak yang dibatasi dari ujung hilir sampai 11 km menuju ke hulu. Studi ini hanya menggunakan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Luas daerah tangkapan airnya adalah 221 km² dengan kemiringan sungai 0,0022. Data hujan berasal dari Stasiun Malikussalhe selama 15 tahun (2007-2021). Debit banjir dihitung dengan metode Haspers, digunakan periode ulang 2, 5, dan 25 tahun dengan besar debit banjir 119,044 m3/detik, 159,335 m3/detik, dan 218,401 m3/detik. Data debit banjir ini kemudian di-input ke dalam HEC-RAS dan disandingkan dengan data eksisting sungai untuk di-running. Hasil running pada sungai eksisting dengan input debit tersebut menunjukkan terjadinya overtopping di beberapa bagian sungai. Metode penanggulangan banjir yang digunakan hanya metode struktural, yaitu normalisasi sungai. Dari hasil running setelah dilakukan normalisasi sungai, tidak terlihat adanya overtopping di seluruh penampang sungai, sehingga Sungai Krueng Pirak aman dari limpasan banjir periode ulang 25 tahun.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FLOODS - ENGINEERING CONTROL</topic>
 </subject>
 <classification>627.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102206</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-05 10:08:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-05 10:31:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>