<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102192">
 <titleInfo>
  <title>AKURASI DIAGNOSA ESTRUS BERDASARKAN ELECTRICAL RESISTANCE OF VAGINAL MUCUS (ERVM) PADA SAPI ACEH (ACCURATION OF ESTROUS DIAGNOSIS BASED ON ELECTRICAL RESISTANCE OF VAGINAL MUCUS (ERVM) IN ACEH CATTLE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD RIZKI RAMADHANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Peternak sering mengalami kendala pada saat mendeteksi estrus sehingga sapi mengalami kegagalan bunting dan kawin berulang mengakibatkan kerugian finansial bagi peternak karena berkurangnya produksi ternak. Peningkatan produktivitas reproduksi bisa dilakukan ketika siklus estrus dengan deteksi estrus yang akurat untuk mengetahui waktu inseminasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui akurasi dari metode deteksi Electrical Resistance of Vaginal Mucus (ERVM) dalam mendeteksi estrus pada sapi aceh. Dalam penelitian digunakan sapi aceh 12 ekor, berumur 3-5 tahun, bobot badan 150-250 kg dan sehat secara klinis. Sebelum melakukan sinkronisasi birahi dilakukan palpasi rektal untuk mengetahui status reproduksi apakah dalam fase folikuler atau fase luteal, seluruh sapi disinkronisasi dengan menggunakan prostaglandin F2 alpha (PGF2α) sebanyak 5 ml secara intra muskulus dengan pola penyuntikan tunggal. Deteksi estrus menggunakan metode pengukuran ERVM dilakukan menggunakan detektor estrus Draminski sebanyak tiga kali dan diambil rata-ratanya. Hasil pemeriksaan estrus dengan ERVM dikonfirmasi dengan adanya sekresi mukus serviks (gold standard) setelah snkronisasi. Deteksi estrus dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran ERVM, data yang diperoleh dari hasil pengukuran ERVM dihitung nilai sensitivitas, spesifitas dan akurasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai ERVM pada sapi aceh saat estrus sebesar 197,22±5,34 Ω, pada sapi aceh yang tidak estrus rata-rata nilai ERVM 313,33±29,29 Ω, sensitivitas (100%), spesifisitas (100%) dan akurasinya (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa deteksi estrus menggunakan metode pengukuran ERVM memiliki tingkat akurasi yang tinggi, sehingga penggunaan metode deteksi estrus tersebut dapat menjadi rekomendasi dalam mempercepat diagnosa/deteksi estrus bagi peternak pada sapi aceh untuk melakukan inseminasi buatan.&#13;
&#13;
Kata kunci: ERVM, Estrus, Sapi aceh, Sinkronisasi &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102192</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-04 18:26:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-05 09:20:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>