<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102167">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI  IAA  DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN  TANAMAN NILAM (POGESTEMON CABLIN BENTH) SECARA IN  VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulfa Irayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2008</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ULFA  IRAYANI.    &quot;Pengaruh  Konsentrasi  IAA  dan  BAP  Terhadap Pertumbuhan Tanaman Nilam (Pogestemon   cablin   Benth) secara In  Vitro&quot;  (di bawah  bimbingan  Muhammad Hatta sebagai  kerua dan  Hj.  Mardhiah  I1ayati sebagai anggota).&#13;
          Tujuan  Penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  respons  pertumbuhan tanaman nilam secara in vitro terhadap konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA dan BAP serta interaksi antara kedua faktor tersebut.&#13;
          Penelitian  ini dilaksanakan di  Laboratorium  Kultur Jaringan  Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah  Kuala Banda Aceh dimulai dari  tanggal 30 November 2006 sampai dengan 24 Juni 2007.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 x 6 dengan 5 ulangan. Faktor yang diteliti dalam penelitian ini ada 2 yaitu konsentrasi lAA yang terdiri atas dua taraf yairu 0 mg/l dan  I mg/l sedangkan faktor konsentrasi BAP terdiri atas 6 taraf yaitu 0 mg/l,  0,4 mg/l, 0,8  mg/l, 1,6 mg/l, 3.2 mg/l, dan 6,4 mg/l.&#13;
          Peubah-peubah yang diamati  adaIah jumlah tunas,  panjang tunas, jumlah daun umur 8 Minggu Setelah Tanam (MST), persentase hidup. persentase mati dan persentase kontaminasi.&#13;
          Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara konsentrasi IAA dan BAP terhadap jumlah daun pertunas plantlet nilam , tetapi tidak terdapat interaksi yang nyata terhadap jumlah lunas dan tinggi tunas&#13;
nilam pada umur 8 MST. Konsentrasi IAA  dan BAP terbaik pada peubah jumlah daun diperoleh pada kombinasi konsentrasi IAA I mg/l dan BAP 0 mg/I.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102167</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-04 12:44:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-04 12:44:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>