<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="102114">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EKSPERIMENTAL HEAT PIPE HEAT EXCHANGER (HPHE) PADA SISTEM AIR CONDITIONER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAFIZ MUHAMMAD</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sistem pengkondisian udara atau yang lebih dikenal sebagai AC (Air Conditioning)&#13;
merupakan suatu cara untuk mengatur udara yang biasa kita gunakan untuk beraktifitas atau yang&#13;
ada disekitar kita, sehingga udara yang digunakan memberikan kenyamanan dan keuntungan dalam&#13;
beraktifitas. Karakteristik perpindahan panas yang tinggi, kemampuan untuk mempertahankan&#13;
suhu evaporator yang konstan di bawah tingkat fluks panas yang berbeda, dan keragaman dan&#13;
variabilitas ukuran evaporator dan kondensor membuat pipa panas menjadi perangkat yang efektif&#13;
untuk kontrol termal komponen elektronik, termasuk pada sistem pengkondisian udara. Penelitian&#13;
mengenai pemanfaatan heat pipe heat exchanger (HPHE) Untuk heat recovery pada sistem tata&#13;
udara dilakukan dengan variasi temperatur udara masuk pada rentang antara 29 °C -  45 °C. Adapun&#13;
kecepatan aliran udara konstan pada 1 m/s. Efektivitas tertinggi dicapai dengan nilai 1, 08% yang&#13;
didapat pada pengujian ke V. Adapun nilai tahanan thermal terendah sebesar 8,5°C/W, terjadi pada&#13;
saat temperatur udara masuk sebesar 44,2°C yaitu saat pengujian V.  Serta nilai heat recovery&#13;
berada pada tingkat tertinggi yaitu 1,1 W ketika temperatur udara masuk sebesar 44,29°C pada&#13;
pengujian V. Hal ini membuktikan bahwa performa terbaik heat pipe terjadi ketika temperatur&#13;
udara masuk sebesar 44,29°C. &#13;
Kata kunci : Heat Pipe Heat Exchanger, Efektifitas, Tahanan Thermal, Heat Recovery</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEAT EXCHANGERS</topic>
 </subject>
 <classification>621.402 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>102114</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-08-03 11:50:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-04-13 09:41:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>